Tetangga Korban Tak Cium Bau Busuk

Elzadeba kepala BLH Bjn

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Adanya tujuh warga Dusun Dawung, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dilarikan ke rumah sakit setelah mencium bau menyerupai telur busuk pada Minggu (18/12/2016) lalu, perlu disikapi dengan netral dan bijak.

“Karena itu hari ini kita ingin melihat langsung dan mengetahui fakta sebenarnya,” ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro, Elzadeba, kepada suarabanyuurip.com usai melakukan monitoring dan investigasi terkait insiden tersebut di Desa Mojodelik, Kamis (22/12/2016).

Investigasi yang dilakukan BLH dengan cara melakukan wawancara terhadap sejumlah warga yang saat itu hadir di balai desa saat tujuh warga diduga terpapar gas Hydrogen Sulfide (H2S) . Hasilnya, keterangan yang disampaikan warga berbeda-beda.

“Pada saat kejadian mereka mengaku tidak mencium bau seperti telur busuk. Hanya bau seperti elpiji,” tegas Elzadeba.

“Karena itu indikasi apakah itu H2S atau bukan, perlu dikaji lagi. Karena karakteristiknya berbeda,” lanjutnya.

Selain itu, pada saat kejadian berlangsung alat pendeteksi gas yang dipasang di Balai Desa Mojodelik tidak berbunyi. Dari hasil pengecekan alat tersebut masih berfungsi dengan baik.

Baca Juga :   Lapangan Ledok Produksi 170,03 Bph

“Jika ada gas H2S yang melebihi 0,1 ppm, maka alat tersebut akan mengeluarkan suara berupa alaram. Sedangkan kemarin itu alatnya tidak berbunyi,” ucapnya.

Disamping telah memasang alat pendeteksi gas, operator Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) juga telah menyiagakan tim medis yang siaga 24 jam sejak November lalu di balai desa setempat. Namun demikian, BLH menyarankan agar operator memasang penanda arah angin seperti windshock.

“Walaupun jarak dari flare EMCL ke sini hampir 2 km, tapi kita juga harus tau arah anginnya kemana, karena kan gas itu dibawa angin. Apalagi H2S itu massa jenisnya berat, belum tentu sampai kesini,” paparnya.

Sementara itu, Camat Gayam, Hartono menyarankan agar ketujuh warga yang mendapat perawatan diperiksa secara komprehensif. Yakni dengan melakukan pemeriksaan laboratorium secara detail untuk melihat masalah ini sebagai sesuatu yang nyata.

“Kalau perlu, mereka dibawa ke Surabaya,” tegasnya.

Mantan Camat Purwosari itu berharap, semua pihak melihat masalah ini secara jernih dan menghimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi.

Baca Juga :   5 Warga Sekaran Bojonegoro Diduga Keracunan Nasi Hajatan Jalani Rawat Inap

“Kami selalu mendampingi warga dan memantau terus perkembangannya. Sejauh ini perkembangannya baik,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh warga Dusun Dawung, Desa Mojodelik dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah dan rumah sakit ANS Kalitidu karena mengeluh terpapar bau.

Ketjuh warga tersebut Muflickatunnikmah, Samini, Siti Sulaimah, Yatmi, Warsiti, Nyamikarin, dan Sofiana.  Sejak Oktober 2016 lalu, kejadian ini sudah terjadi tiga kali dengan warga yang sama. Mereka yang masih satu keluarga tersebut adalah Muflickatunnikmah, Samini, Siti Sulaimah, Yatmi, Warsiti, Nyamikarin, dan Sofiana.

Ketujuh perempuan tersebut sudah pulang ke rumah. Empat di antaranya dipulangkan pada rabu kemarin.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *