SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Dearah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) berpeluang mengelola penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10 % di Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang dioperatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).
Peluang itu muncul karena PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), BUMD Bojonegoro, dan mitranya, PT Surya Energi Raya (SER), yang menangani PI Blok Cepu dipastikan mundur mundur dari PI J-TB.
“Sesuai aturan baru di Permen ESDM No 37 tahun 2016, bisa jadi BBS yang mengelola melalui anak perusahaannya,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, kepada suarabanyuurip.com, Senin (26/11/2017).
Meskipun belum ada kepastian bagaimana pola PI yang diterapkan untuk J-TB nanti, namun pihaknya mendorong supaya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberlakukan aturan baru.
Baja Juga :Â
Bupati Minta Kejelasan Aturan PI di J-TB
Menanti Dana Talangan PI Blok Tuban dari KKKS
PT SER Mundur, Pemkab Belum Cari Pengganti
Berharap Nikmati PI Blok Tuban Lebih Awal
Bupati Terima Surat Pengunduran Diri PT SER
Sehingga PT BBS bisa segera mengambil langkah dengan membuat anak perusahaan dan keuntungan Bojonegoro bisa lebih besar tanpa melibatkan BUMD lain.
“Di dalam aturan baru itu kan sudah jelas, pembagian PI nya hanya untuk daerah penghasil dan pemerintah provinsi,” tukasnya.
Dari porsi 10 persen yang didapat, menurut Lasuri, idealnya Bojonegoro mendapat bagian enam sampai tujuh persen. Sisanya untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
“Kita melihat Blok Tuban saja, awalnya Kabupaten Lamongan dan Gresik akan dilibatkan dalam PI. Tapi setelah diputuskan, hanya Bojonegoro, Tuban, dan Pemprov Jatim saja yang dapat,” ungkap pria yang juga sebagai Sekretaris Fraksi PAN itu.
Saat ini pihanya terus mendorong supaya BBS mempersiapkan diri karena potensi mengelola PI ini akan menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Â
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Perekonomian, Rahmat Djunaidi, membenarkan PT ADS telah mundur dari pengelolaan PI di J-TB.
“Karena PT SER mundur, otomatis ADS juga mundur,” ujarnya singkat.
Sementara itu, baik Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Setiawan, maupun Direktur ADS, Ganesha Askari, belum memberikan klarifikasi terkait hal ini.(rien)




