SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, tahun 2018 ini mendapat alokasi dana desa (ADD) paling tinggi diantara desa – desa penghasil migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Besaran ADD yang diterima Desa penghasil minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, itu adalah Rp1.391.983.200. Jumlah tersebut sebanding dengan produksi minyak di Lapangan Banyuurip yang saat ini mencapai lebih dari 200 ribu Barel per hari (Bph).
“Sedangkan tertinggi kedua Desa Gayam. Selisihnya hanya sedikit,” kata Kepala Seksi Bina Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD), Haris Efendi kepada suarabanyuurip.com, Rabu (3/1/2018).Â
ADD yang diterima Desa Gayam sebesar Rp1.391.590.200. Jumlah ADD yang diterima Desa Mojodelik dan Gayam tahun ini naik dibanding tahun 2017 lalu. Yakni Mojodelik menerima Rp1.047.319.000 dan Gayam menerima Rp1.048.143.000.
Kenaikan ADD juga diterima desa penghasil minyak Lapangan sumur tua di Kecamatan Kedewan. Diantaranya Desa Kedewan tahun 2018 menerima Rp484.005.000, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp395.688.000.
Kemudian Desa Wonocolo tahun 2018 menerima Rp466.534.000, dan naik dari tahun sebelumnya Rp383.803.000. Desa Kawengan menerima Rp451.347.300 dari sebelumnya Rp380.218.000.
“Sedangkan Desa Hargomulyo tahun 2018 menerima Rp504.581.400, meningkay dari sebelumnya Rp419.721.000,” jelas Haris Efendi.
Dia menambahkan, untuk total ADD di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2018 ini adalah sebesar Rp208.718.020.240, naik dari tahun 2017 yakni sebesar Rp171.644.991.381.
“Draftnya sudah disetujui bapap bupati, dan dalam proses di Bagian Hukum untuk menjadi Perbup,” pungkasnya.(rien)





