SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, optimis mendapatkan hak kelola (participating interest/PI) gas di Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang di operatori Pertamina EP Cepu (PEPC).
“Tinggal menunggu jawaban dari Menteri ESDM terkait skemanya,” kata Kepala Bagian Perekonomian, Rahmat Djunaidi, kepada suarabanyuurip.com, Senin (19/2/2018).
Baca Juga :
Pertamina EP Cepu : Tidak Ada PI Gas di J-TB
Dewan Sayangkan PT ADS Mundur dari J-TB
BKS dan PEPC Beri Keterangan Beda
PT SER Mundur, Pemkab Belum Cari Pengganti
Bupati Minta Kejelasan Aturan PI di J-TB
Menanti Dana Talangan PI Blok Tuban dari KKKS
Saat ini BUMD PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) masih menjadi pengelola PI minyak di Blok Cepu. Namun ADS secara resmi mundur dari proyek J-TB setelah adanya akuisisi saham kepemilikan dari operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), ke tangan PEPC.
“Kita tidak bisa menentukan, apakah nanti PI Gas ini dikelola kembali oleh PT ADS yang saat ini pegang PI Minyak di Blok Cepu, atau menunjuk BUMD lain,” ucapnya.
Rahmat memastikan bukan PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) yang akan mengelola PI gas di J-TB. Karena sesuai aturan BBS tidak diperkenankan mengelola PI, meskipun sama-sama sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro.
“Oleh sebab itu, kami berencana membuat anak perusahaan dari PT BBS untuk kelola PI di J-TB jika ada jawaban dari menteri,” tandasnya.
Pihaknya hingga saat ini masih menunggu jawaban dari Menteri ESDM terkait skema pemberian PI Gas di J-TB. Apakah menggunakan skema “Golden Share” atau menggandeng mitra seperti PI Minyak di Blok Cepu.
“Kami sangat berharap Menteri segera memberi jawaban. Agar Pemkab bisa menyiapkan langkah selanjutnya dalam mengelola PI ini,” pungkas Rahmat.(rien)




