Pemkab Bojonegoro Kaji PI di Lapangan Gas JTB

PI JTB.
Asisten II Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Bojonegoro, Setyo Yuliono, hearing dengan DPRD membahas PI JTB.

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, saat ini melakukan kajian bagaimana caranya agar Bojonegoro memperoleh Penyertaan Modal (Participating Interest/PI) dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB).

“Pemkab sedang mengkaji. Kedepan, kita akan menyiapkan BUMD untuk PI di JTB,” kata Asisten II Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Bojonegoro, Setyo Yuliono, saat di DPRD beberapa waktu lalu.

Menurut mantan Camat Ngasem ini, dulu PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) ikut mendanai proyek JTB yang dioperatori Pertamina EP Cepu (PEPC). Akan tetapi, karena ada anggapan nilai ekonomi gas JTB tidak memadai, akhirnya bersama Badan Kerja Sama (BKS) mundur dari proyek tersebut.

“Nah gambarannya PEPC, karena BKS termasuk PT ADS mundur dianggap tidak ada PI,” lanjutnya.

Padahal, menurut Nanang, sapaan akrabnya, JTB adalah Lapangan baru. Skenario pendanaannya juga lain, karena JTB menggunakan Golden Share sesuai Permen ESDM no 37 tahun 2016 tentang PI.

“Jadi, kami bersama Bupati dan SKK Migas telah berdiskusi terkait ini,” tukasnya.

Baca Juga :   BLH Bawa Sample Lumpur untuk Diuji Laborat

Pihaknya berharap, mendapatkan dukungan dari seluruh pihak agar apa yang menjadi hak daerah bisa didapatkan kembali seperti PI JTB ini.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi B, Lasuri, sependapat dengan apa yang disampaikan Assiten II, Setyo Yuliono terkait PI JTB. Karena, memang sudah seharusnya daerah mendapatkan PI sebesar 10 persen menggunakan skema Golden Share.

“Karena ini lapangan baru, dan sudah seharusnya ada PI dari keberadaan Lapangan Gas JTB,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *