SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan jika semburan lumpur bercampur cairan kecoklatan menyerupai minyak di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, sekarang ini cenderung kembali normal.Â
“Semburan lumpur terjadi minggu dengan ketinggian kularang lebih satu meter makin hari makin menurun kondisinya dan saat ini semburannya sudah tidak terjadi lagi,” kata Kepala DLH Bojonegoro, Hanafi kepada suarabanyuurip.com, Rabu (5/2/2020) kemarin.
Dari hasil pemantauan DLH, kejadian semburan lumpur selama dua hari sebelumnya terjadi karena hujan deras. Lokasinya berada di cekungan atau sawah.
“Secara otomatis air terkonsentrasi di lahan tersebut,” tegasnya.
Menurut cerita warga, lanjut Hanafi, lokasi semburan lumpur dahulunya terdapat kepala sumur. Namun telah hilang dicuri orang.Â
“Karena hujan deras air yang terkonsentrasi masuk ke dalam sumur tadi sehingga minyak beserta gas-gasnya naik ke atas,” jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro itu.Â
Ditambahkan, lokasi semburan lumpur menjadi kewenangan Pertamina EP Field Cepu. Sehingga saat kejadian sudah hadir petugas dari Pertamina yang mengambil sample untuk dilakukan uji laboratorium.
“Itu untuk mengetahui kandungan zat-zat yang terbawa dalam semburan,” pungkas Hanafi.Â
Sebelumnya, Legal and Relation Staff Pertamina EP Asset 4 Field Celu, Angga Aria, menyatakan belum bisa memberi penjelasan apakah sumur tersebut masuk Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) yang dikelolanya.
“Kalau itu kami belum tahu,” sambung Angga.
Pihaknya hanya melakukan tindakan sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan. Terutama terdekat dengan lokasi kejadian semburan sumur.(rien)





