SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Sungai Bengawan Solo di wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga tercemar. Warna air kecoklatan dan berbuih.
Menurut warga Desa Ngloram, Suratmin (65), menyampaikan, kondisi air berwarna pekat sudah sering terjadi. Terlebih saat air surut memasuki musim kemarau.
“Kalau seperti ini sering terjadi, Mas,” katanya usai mandi di Bengawan Solo bersama cucunya.
Suratmin mengaku tidak merasa gatal usai mandi di Bengawan Solo.
“Tidak gatal, karena memang sudah biasa,” ucapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Dewi Tedjowati mengaku sudah mengetahui kondisi tersebut, namun belum mendatangi Sungai Bengawan Solo.
Meski demikian, Dewi, panggilan akrabnya, tidak memungkiri jika terjadi pencemaran. Sebab debit air berkurang, namun volume limbah yang masuk di Bengawan Solo tetap sama.
“Sehingga membuat air saat ini menjadi agak keruh,” tandasnya.
Dewi memastikan pencemaran yang selama ini terjadi bukan berasal dari Kabupaten Blora. Tetapi berasal dari wilayah hulu.
“Seperti dari pabrik ciu dan yang lainnya,” tegasnya.
Dewi mengaku telah Koordinasi dengan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Blora, karena air baku yang didistribusikan kepada pelanggan berasal dari Bengawan Solo.
“Katanya air masih bisa diolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Blora, Yan Ria Pramono mengaku sudah mempersiapkan bahan kimia baru untuk menghapi kondisi air Bengawan Solo yang berwana kecoklatan.
“Mudah-mudahan kita bisa atasi,” tandasnya.   Dijelaskan polutan yang mencemari air Bengawab Solo sudah diketahui sejak tiga hari lalu, mulai Sabtu malam (27/6/2020) sampai Senin (29/6/2020).
“Hari ini air baku Bengawan Solo masih bagus. Polutan di Kracaan kemungkinan nyampai di instalasi pengolahan PDAM nanti malam,” ujarnya.(ams)





