Bersama Yayasan PARATAZKIA, PEPC Lakukan Gotong Royong Pentahelix di Desa Sekitar Proyek Gas JTB

IMG_20220718_090412

SuaraBanyuurio.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Pengelola proyek pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) , PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina bersama para pihak melakukan gotong royong pentahelix di sekitar area proyek JTB pada hari Selasa (12/07) dan Kamis (14/07/2022).

Dimana kegiatan tersebut melibatkan pemerintahan, masyarakat desa, serta pihak akademisi dari Mahasiswa Relawan Siaga Bencana Cabang Stikes Muhammadiyah Bojonegoro / Maharesigana STIKES Maboro, dan media massa dalam sebuah program sebagai upaya memberikan kontribusi untuk mewujudkan desa siaga bencana yang siap menghadapi segala kemungkinan kegawatdaruratan kebencanaan.

Konsep gotong royong dalam menghadapi segala resiko kebencanaan ini diwujudkan melalui program pengembangan masyarakat (PPM). Yakni Program Desa Siaga Emergency Kebencanaan (PROGRAM DESAEM) di sekitar area Proyek JTB. Program ini merupakan salah satu program PPM dari PEPC tahun 2022 yang dalam pelaksanaannya telah mendapatkan persetujuan dari SKK Migas.

Sebelumnya pada 2021 lalu PEPC bekerjasama dengan Yayasan PARATAZKIA telah memulai program ini di 4 desa di sekitar area Proyek JTB, yakni Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Desa Pelem, dan Kaliombo, Kecamatan Purwosari, serta Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Baca Juga :   PEPC Bersama Paratazkia Gelar Kompetisi Usaha Produktif Posyandu

Program tersebut merupakan tahap pertama dari roadmap program yang direncanakan. Setidaknya terdapat 186 taruna siaga bencana dari berbagai unsur masyarakat desa serta 20 tenaga kesehatan terlibat sejak awal dalam pelaksanaan program.

Perwakilan Manajemen PEPC Zona 12, Field Officer Community Relations & CSR PEPC Edi Arto turun bersama mitra kerja memberikan sosialisasi program di Balai Desa Bandungrejo, pekan ini.

“Tahun 2021 lalu kami fokus pada pembentukan dan deklarasi taruna siaga bencana serta berbagai pelatihan hingga simulasi untuk peningkatan kapasitas kemampuan. Di tahun 2022 melalui program ini kami akan melanjutkan berbagai pelatihan tersebut sekaligus akan melengkapi peralatan yang dibutuhkan dalam menghadapi segala kemungkinan kebencanaan,” terang Edi Arto.

Bersama Yayasan PARATAZKIA, PEPC Lakukan Gotong Royong Pentahelix di Desa Sekitar Proyek Gas JTB Para peserta diberikan teori dan praktek kesiapsiagaan kebencanaan.

Sementara menurut Sudalhar, fasilitator program dari Yayasan PARATAZKIA, kegiatan utama program DESAEM tahun 2022 ini meliputi pengadaan paket sistem komunikasi yang terdiri dari pengadaan radio komunikasi, standar operasional prosedur aktivasi komunikasi kegawatdaruratan bencana.

Penetapan jalur evakuasi beserta muster point atau titik kumpul, pemasangan alarm system tanda bahaya pada titik lokasi yang disepakati bersama masyarakat dan pemerintah desa, serta pengadaan sarana transportasi untuk operasional kesiapsiagaan kebencanaan.

Baca Juga :   SKK Migas Mencatat Investasi Hulu Migas 2023 Capai Rp 210 triliun

“Selain itu, kita akan kembali lakukan penyegaran teori dan praktek terhadap pelatihan kesiapsiagaan kebencanaan yang telah terlaksana pada periode program sebelumnya,” tuturnya, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (18/07/2022).

Terpisah Kepala Desa (Kades) Kaliombo, Rohmad Edy Suyanto, menyampaikan apresiasi atas kembali dilaksanakannya program ini oleh PEPC. Melalui program ini, semoga semakin meningkatkan sumber daya manusia bagi warga Desa Kaliombo.

“Ini merupakan salah satu program yang sangat sesuai dengan arah tujuan perencanaan pembangunan di desa kami. Besar harapan kami ketika lapangan gas JTB sudah memasuki fase produksi nanti, PEPC akan tetap konsisten memberikan kontribusi dalam upaya menumbuh kembangkan masyarakat sekitar operasi. Salah satunya bagi warga Desa Kaliombo,” imbuhnya.

Melalui program ini, PEPC juga mengkampanyekan keselamatan dan keamanan jalur pipa gas yang melintasi desa sekitar Proyek JTB. Dalam sosialisasi program ini juga PEPC membangun kesadaran warga serta mengajak warga desa untuk bersama-sama merasa memiliki dan menjaga keamanan, keselamatan atas segala fasilitas yang ada disepanjang jalur pipa gas sebagai aset Negara.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *