Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Lapangan minyak Kedung Keris, Blok Cepu, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diklaim terjadi kendala berupa korosi pada pipa penyalur. Kondisi tersebut berakibat bergesernya pipa penyalur sehingga sempat mengehentikan produksi 11.000 barel per hari (bph).
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, ada capaian lapangan minyak yang belum memenuhi target. Hal ini, disebabkan oleh unplanned shutdown atau penghentian sementara yang terjadi di beberapa lapangan migas besar sejak awal tahun.
“Penghentian sebagian atau seluruh fasilitas produksi karena ada kegagalan peralatan dan kondisi operasi yang tidak normal,” katanya saat menyampaikan capaian dan kinerja hulu migas semester III tahun 2022 melalui virtual.
Dia mengatakan, hal tersebut terjadi secara tidak terencana atau tidak terduga. Kondisi unplanned shutdown terjadi lapangan migas besar seperti Pertamina Hulu Rokan (PHR), Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) dan Train II Kilang LNG Tangguh milik BP Indonesia.
“Juga termasuk Lapangan minyak Kedung Keris yang masuk dalam wilayah EMCL Kabupaten Bojonegoro mengalami kendala berupa korosi pada pipa penyalur. Kondisi tersebut berakibat pada bergesernya pipa pengalur sehingga mengehentikan produksi 11.000 bph,” katanya.
Sementara, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, kejadian tersebut mengganggu aktivitas pengeboran minyak di Lapangan Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.
“Sehingga kejadian penghentian sementara itu akan mengurangi jumlah produksi,” katanya.
Humas dan Juru Bicara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Rexy Mawardijaya saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com Selasa lalu hingga saat ini belum memberikan jawaban.(jk)




