Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Warga Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar tradisi wiwitan menjelang panen raya. Tradisi wiwitan ini sebagai wujud rasa syukur karena hasil panen yang melimpah.
Kepala Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Amik Rohadi mengatakan, tradisi wiwitan merupakan wujud terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil yang ditanam.
“Selain menjaga kerukunan antar warga desa tradisi wiwitan ini sebagai bentuk syukur warga,” katanya, Kamis (27/10/2022).
Dia mengatakan, wiwit itu artinya mengawali. Jadi tradisi wiwitan ini untuk mengawali panen padi. Tradisi wiwitan di Desa Sukowati dilakukan setiap tahun yang harapannya hasil panen melimpah dan dijauhkan dari penyakit padi.
Amik menuturkan, wiwitan ini juga untuk melestarikan adat istiadat dan kearifan lokal di desa yang mulai hilang. Sebab, kata dia, wiwitan ini merupakan tradisi turun-temurun karena itu harus dijaga kelestariannya.
“Ada dua kelompok tani yang mengikuti tradisi wiwitan ini. Mereka membawa jajan pasar, berkat dan tumpeng menuju area persawahan,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, selama prosesi wiwitan berlangsung dilakukan pemotongan tumpeng dan pembagian berkat serta diselipi doa agar hasil panen melimpah.
“Warga Desa Sukowati sepanjang tahun mendapat karunia panen melimpah dari lahan pertanian yang luasnya sekitar 120 hektare lebih,” katanya.
Sementara itu Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Kholid mengatakan, tradisi ini merupakan wujud syukur warga. Namun, sebagai petani juga harus menjaga tanah agar selalu diberikan nutrisi agar hasil panen maksimal.
“Misalnya jangan selalu sawah itu ditanami padi namun juga di tanami jenis lainnya seperti kedelai, lombok atau bisa buah-buahan seperti melon. Jadi agar seimbang,” katanya.(jk)





