Warga Dolokgede Tumpah Ruah di Festival Medhayoh

MERIAH : Sejumlah warga masyarakat berjubel mengunjungi pertunjukan seni reog di halaman kediaman Mensesneg Pratikno dalam festival medhayoh.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Warga Desa Dolokgede dan sekitarnya tumpah ruah di desa ring satu ladang Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) tersebut. Sedari pagi hingga sore mereka berduyun-duyun datang di sepanjang tempat terlaksananya Festival “Medhayoh” atau Medhayoh Fest 2022 di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Festival ber-tagline “Tilik Dulur, Icip Dhapur, Monggo Nandur” ini berlangsung selama dua hari. Yaitu hari ini, Sabtu (05/11/2022) sampai Minggu (06/11/2022) besok. Dengan lokasi acara terbagi dalam empat stage (panggung), mulai di Gedung Olahraga (GOR) Dolokgede, di kediaman Mensesneg Pratikno, SDN 1 Dolokgede, dan juga sepanjang jalan yang menghubungkan antar stage dipenuhi warga silih berganti masuk lokasi.

Ketua Ademos, Muhammad Kundlori (kaos putih) sedang menerima “dhayoh” dari berbagai kalangan.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Salah satu warga Dolokgede, Joko mengaku, gembira ada festival yang menurutnya besar dan ramai. Karena sebelumnya belum pernah dia lihat acara seperti itu terlaksana di Dolokgede.

“Ya, tentu saya senang, meriah sekali. Dekat rumah, dan tak perlu keluar biaya. Belum pernah ada kemeriahan seperti ini sebelumnya di sini,” ujar Joko yang rumahnya terpaut tiga rumah dari kediaman Mensesneg Pratikno disela-sela menyaksikan seni reog.

Baca Juga :   Terus Asah Kemampuan Demi Kepuasan Penonton

Senada dengan Joko, budayawan, seniman, dan penulis yang beken dengan nama Kang Zen menilai, festival medhayoh yang digagas oleh Ademos tersebut merupakan terobosan yang sangat bagus. Di tengah menurunnya nilai-nilai budaya Jawa dan kearifan lokal yang tergerus oleh membanjirnya budaya asing.

“Bagi seniman, festival ini bukan hanya menggembirakan. Tetapi juga membahagiakan. Karena bisa menampilkan karya mereka lagi setelah sempat kosong selama dua tahun akibat pandemi. Selain itu, pasti terjadi perputaran uang yang besar dari kedatangan pengunjung ke sini,” ungkap Kang Zen, sapaan karib Zaini di Pendapa Mannah.

Medhayoh Fest 2022 ini digagas oleh Ademos (Aliansi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial) dan dimotori oleh para warga Desa Dolokgede sendiri, dengan dukungan sponsor salah satu perusahaan pupuk. Dimediasikan oleh para seniman selanjutnya diikuti penggemar dan masyarakat umum.

Budayawan, Kang Zen saat di Pendapa Mannah.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Ketua Ademos, Muhammad Kundlori mengatakan, bahwa “Medhayoh” adalah istilah budaya Jawa yang maknanya adalah bertamu. Namun tak sekedar bertamu. Medhayoh dimaknai bertemunya hati seseorang dengan sanak keluarga maupun orang lain. Baik memiliki tujuan penting sampai sekedar berkunjung saja. Atau kebetulan mampir karena lewat rumahnya.

Baca Juga :   Siswa SMA 1 Sabet Duta Wisata Blora 2013

“Medhayoh ini memiliki keunikan, karena tersimpan kearifan di dalamnya,” kata pria yang akrab disapa Mas Ndlori ini.

Dijelaskan, setidaknya ada empat kearifan dalam budaya “Medhayoh”. Pertama adalah aruh atau saling sapa. Kedua adalah gupuh atau tergopoh-gopoh karena gembira kedatangan tamu. Ketiga, adalah lungguh yang bermakna mempersilakan duduk kepada tamu dengan sambutan hangat. Sedangkan yang keempat adalah suguh.

Suguh, bermakna menghidangkan makanan, biasanya berupa camilan dan minuman. Bermaksud menghormati tamu. Saat suguhan dihidangkan, terjadi percakapan, “wah kok repot,” yang akan dibalas tuan rumah,” enggak kok, ini nggak repot,”.

Percakapan saling balas tersebut dimaksudkan saling menjaga hati agar kedua pihak tidak saling terganggu. Melihat agungnya budaya medhayoh di tengah perubahan yang dirasa kian hilang. Kundlori kemudian merasa perlu ada upaya atau gerakan sosial menghidupkan kembali budaya tersebut.

“Target penerima manfaat dari Medhayoh Fest ini seluruh masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. Untuk memulihkan ekonomi akibat pandemi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Medhayoh Fest mendatangkan “Dhayoh Istimewa” yakni sang maestro tari Indonesia, Didik Nini Thowok. Serta penyanyi dan seniman muda Budi Doremi.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *