Wujudkan Desa Cerdas, Kemendes PDTT Gandeng Bank Dunia

PENINGKATAN KAPASITAS : Kemendes PDTT gandeng bank dunia untuk wujudkan desa cerdas berkaitan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data mikro dan pelayanan masyarakat serta pihak lain berbasis digital.(foto Kemendes PDTT)

Suarabanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Jakarta – Pemerintah terus berupaya agar program pembangunan di tingkat desa semakin meningkat disegala bidang. Guna mewujudkan, melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan menggandeng Bank Dunia melaksanakan program desa cerdas.

“Program ini bertujuan sebagai ruang pembekalan para fasilitator yang akan menjadi pengajar pada bimbingan teknis duta dan kader digital,” kata Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing (Pusdaing) Kemendes PDTT, Helmiati, dikutip dari laman resmi Kemendes PDTT.

Dijelaskan desa cerdas merupakan program berkaitan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data mikro dan pelayanan kepada masyarakat serta pihak lain berbasis digital.

Sedikitnya ada enam prinsip desa cerdas. Yakni bottom up, partisipatif, inklusif, inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Program ini mengandung komponen penting Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan (P3PD) yaitu, mendorong pembangunan desa yang partisipatif. Dengan didukung potensi lokal setiap desa.

Beberapa hal yang ditentukan terwujudnya desa cerdas. Salah satunya kapasitas fasilitator yang ditugaskan ke setiap desa. Selain itu, enam pilar desa cerdas juga harus dipenuhi yaitu, tata kelola cerdas, masyarakat cerdas, lingkungan cerdas, hidup cerdas, ekonomi cerdas, dan mobilitas cerdas.

Baca Juga :   Gerindra Targetkan 80 Persen Menangkan Wahono - Nurul di Pilkada Bojonegoro 2024

“Harapannya program desa cerdas ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa masing-masing,” tandasnya.

Pada akhir 2021 lalu, program desa cerdas fase pertama telah selesai dilaksanakan. Kemudian dilanjutkan pada fase dua dan tiga sesuai dengan arahan Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar.

Program desa cerdas di fase dua diawali dengan pelaksanaan bimbingan teknis kepada 223 duta digital dan 1.115 kader digital. Sedangkan di fase tiga akan diikuti sebanyak 330 duta digital dan 1.650 kader digital.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *