Kopri PMII Bojonegoro Terjun ke Ponpes, Cegah Bullying dan Pernikahan Dini

Kopri PMII Bojonegoro sosialisasikan gerakan pencegahan bullying dan pernikahan dini bagi santri di Ponpes.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Kopri PC PMII Bojonegoro, Jawa Timur melakukan gerakan pencegahan bullying dan pernikahan dini bagi santri di pondok pesantren(Ponpes). Gerakan ini diharapkan membawa pesantren semakin ramah anak dan membawa keamanan serta kenyamanan..

Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AK) Bojonegoro untuk mendukung sosialisasi yang dilakukan di pesantren Bojonegoro.

Pengurus Kopri PC PMII Bojonegoro Rizkun Navi’a Darojah mengatakan, gerakan ini untuk melakukan pencegahan anak dari kasus bullying yang marak terjadi di kalangan masyarakat, terutama sekolah dan pondok pesantren.

“Penyebab bullying salah satunya karena penggunaan teknologi yang berlebihan dan menjadi salah satu pemicu aksi bullying maupun pernikahan dini,” katanya, Selasa (20/12/2022).

Dia mengatakan, ada lima pondok pesantren yang memiliki pendidikan sekolah formal yang santrinya diberi sosialisasi pencegahan bullying dan pernikahan dini, meliputi Ponpes Al Amanah, Abu Dzarrin, Al Munawar, Ulul Albab, dan Al Rasyid.

“Kasus bullying ini sangat berbahaya jika tidak ada sosialisasi yang di lakukan oleh pihak yang bergelut di dunia perlindungan anak,” katanya.

Baca Juga :   PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro Gelar Sekolah Fasilitator

Kegiatan Kopri PMII Bojonegoro untuk mencegah pernikahan dini dan bulliying.
© 2022 suarabanyuurip.com/Joko Kuncoro

Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang akan berdampak negatif terhadap korban bullying seperti depresi, gangguan jiwa, tidak percaya diri, takut dunia luar, dan suka menyendiri. Bahkan, kata dia, kemungkinan terburuknya adalah bisa menyebabkan korban bunuh diri.

Rizkun mengatakan, banyak kekerasan dan juga aksi bullying secara verbal non verbal atau fisik dan non fisik. Yakni dimulai dari mengejek, menindas, mencemooh bahkan memukul baik di sadari maupun tidak, baik dilakukan secara pribadi maupun kelompok.

“Gerakan ini sangat perlu dilakukan karena anak-anak adalah harapan bangsa, jiwa Negara yang harus di lindungi, di kasihi, di sayangi dengan segenap jiwa dan raga,” katanya.(jk)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *