DKPP Bojonegoro Prediksi Kenaikan Harga Beras Segera Terkoreksi

Kabid Ketahanan Pangan DKPP Bojonegoro, Mochammad Rudianto.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memprediksi kenaikan harga beras di kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (migas) ini bakal segera terkoreksi. Ini karena musim panen raya telah dimulai.

“Kami perkirakan akan segera terjadi koreksi kenaikan harga beras. Karena sudah mulai masuki musim panen raya bulan Februari hingga Maret nanti,” kata Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DKPP Bojonegoro, Mochamad Rudianto kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (09/02/2023).

Memasuki puncak panen raya, penurunan harga beras ini akan dipengaruhi oleh tingkat ketersediaan gabah yang makin meningkat. Meningkatnya suplai gabah di atas kebutuhan konsumsi beras ini juga akan menjadi sebab harga gabah saat ini ikut terkoreksi turun.

Kendati, pria ramah ini meyakini, meski terjadi penurunanan harga gabah tidak lantas terjun bebas. Tetapi masih akan tertahan di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP). Saat ini, acuan harga gabah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020. Di mana, salah satunya GKP di petani diatur sebesar Rp4.200 per kilogram (kg).

Baca Juga :   Kejaksaan Negeri Bojonegoro Terima Laporan Sewa Kios Pasar Gayam

Kenaikan harga beras bakal segera terkoreksi ke harga HET.
© 2023 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

“Kami meyakini harga gabah masih akan bertahan di atas GKP. Yakni di kisaran Rp4.800 sampai Rp5.200 per kg. Begitu pula beras akan terkoreksi sampai pada Harga Eceraran Tertinggi (HET) untuk mutu medium di kisaran Rp9.450 per kg,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa kebutuhan untuk dikonsumsi masyarakat Bojonegoro sendiri hanya 112 ribu ton per tahun. Atau sebanyak 83,97 kg per kapita per tahun. Artinya selalu terjadi surplus produksi dibanding konsumsi. Karena persediaan beras bisa mencapai lebih dari 500 ribu ton per tahun. Namun, ketika dikaitkan dengan kondisi saat ini, banyak variabel yang mempengaruhi.

“Mulai bulan Agustus hingga Januari,  kontribusi produksi padi memang kecil. Makin hari stok menipis. Puncaknya paling kecil tahun kemarin itu bulan November. Selain itu, gabah dan beras kan komoditas bebas yang dalam perpindahannya ke tempat lain tidak memerlukan dokumen khusus,” jelasnya.

Ini berbeda dengan pola produksi mulai bulan Februari sampai Juli. Di mana pada rentang 6 bulan itu produksi padi tinggi. Proyeksi produksinya akan naik sekira 105 ribu ton pada Februari, dan signifikan naik lagi sekira 233 ribu ton pada bulan Maret 2023.

Baca Juga :   6 ASN Positif Covid-19, Pelayanan Sidang di PA Ditutup 5 Hari

“Sehingga saya yakin harga beras akan segera terkoreksi,” tegasnya.

Terpisah, salah satu petani di Desa Sendangrejo, Supriyadi mengungkapkan, harga gabah saat ini berkisar pada Rp5.700 per kg menggunakan mesin pemanen Combine Harvester. Mesin ini biasa disebut kombi oleh warga setempat.

“Sedangkan kalau harga gabah dipanen menggunakan mesin blower Rp5.200 per kg,” ungkapnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *