Mensesneg Sarankan Bangun Kawasan Cepu Raya, Bupati Blora Minta Dukungan BPSDM ESDM

Bupati Blora Arief Rohman saat bertemu jajaran BPSDM ESDM membahas pembangunan kawasan Cepu Raya.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, meminta dukungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) untuk mewujudkan pembangunan Cepu Raya. Kawasan Cepu Raya ini merupakan gagasan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang pernah disampaikan kepada Bupati Blora Arief Rohman.

Bupati Arief kepada jajaran BPSDM ESDM menyampaikan, konsep Cepu Raya sebagai pusat ekonomi Jawa Tengah bagian Timur. Pembangunan kawasan Cepu Raya ini telah didukung sejumlah fasilitas. Mulai dari keberadaan Bandara Ngloram, stasiun Cepu hingga lembaga pendidikan dan pelatihan.

“Di Cepu ada PPSDM, PEM Akamigas. Kami mohon dukungan untuk pengembangan cepu,’’ ungkapnya.

Bupati Arife menegaskan, konsep Cepu Raya ini terus dibangun. Cepu akan menjadi pusat ekonomi Jawa Tengah bagian Timur. Sehingga nanti perlu penataan dari sektor migas, budaya, kerajinan dan sebagiannya yang dipusatkan di Cepu.

“Salah satu penopangnya PPSDM BPSDM Migas ini, jadi nanti secara komprehensif bisa mengembangkan cepu,” tandasnya.

Pihaknya juga berkeinginan wisata migas yang ada Cepu bisa ditata sehingga dapat menarik untuk dikunjungi. Di antaranya sumur angguk dan sumur tua.

Baca Juga :   Perajin Gayam Dilatih Kembangkan Produk Kerajinan

“Bagi sebagian orang yang belum tahu pasti akan menarik, tinggal nanti konsepnya seperti apa. Jadi kita bayangkan, anak- anak sekolah internasional di Jakarta diundang ke Cepu untuk lihat kilang minyak yang ada di Cepu ini tentu menarik , dengan di paket wisata migas tentu akan menarik. Mereka tidak harus jauh jauh ke Petronas, melainkan cukup ke Cepu,” beber Bupati Arief.

Bupati yang gemar nasi pecel itu juga mengajukan alokasi tambahan jaringan Gas rumah tangga untuk mendukung Cepu Raya.

“Blora ini penghasil gas yang sangat banyak yang setiap hari di alirkan ke Tambak Lorok, dari Gundih kurang lebih 50 MM/day. Kita belum pernah minta alokasi, sementara ini baru dikasih alokasi 0,00 sekian untuk jargas rumah tangga sekitaran lapangan Gundih di Sumber,” jelas Bupati Arief dalam keterangan resminya.

Menanggapi hal itu, Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo menyatakan siap untuk bersinergi dengan Pemkab Blora.

“Apa yang nanti bisa disinkronkan dengan Pemkab Blora, kami siap. Terlebih di Blora juga kita ketahui penghasil migas, serta di Cepu juga ada PPSDM, PEM Akamigas, jadi sangat mungkin banyak hal yang bisa disinkronkan,” terangnya.

Baca Juga :   Surimi Tuban Kuasai 80% Pasar Ekspor Asia

Senada disampaikan Sekretaris BPSDM ESDM, Wahid Hasyim. Ia mengaku siap untuk membantu Pemkab Blora dalam pembangunan Cepu Raya.

“Ada bandara tentu keuntungan ada akses transportasi lain, mungkin nanti ada kegiatan kegiatan yang sering dilakukan di Blora,” paparnya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno sebelumnya mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur. Hal itu bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blora dengan membangun Kawasan Cepu Raya.

“Itu bisa bersinergi dengan Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro,” kata Pratikno saat menerima kunjungan Bupati Blora, Arif Rohman, Jumat (30/12/2022).(suko)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *