Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Operator perahu penyeberangan tradisional di Bengawan Solo, Bojonegoro, Jawa Timur diberi peringatan oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Ini setelah operator nekat mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Padahal debit air Sungai Bengawan Solo sedang naik.
“Dishub Bojonegoro telah mendatangi dan memberikan peringatan kepada operator perahu tambang yang masih mengangkut penumpang melebihi batas,” kata Dedi Kurniadi Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Bojonegoro.
Dia mengatakan, petugas sebelumnya mendapatkan laporan warga sekitar tambangan Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro terkait perahu penambang yang melebihi batas maksimal. Sebab, perahu tambangan meski besar, namun maksimal muatan untuk 5-10 orang
“Pemilik perahu tambangan sudah diberikan peringatan dan imbauan agar tidak nekat memuat penumpang melebihi kapasitas,” katanya, Kamis (16/2/2023).
Apalagi, kata dia, debit air Sungai Bengawan Solo sedang naik. Sehingga harus berhati-hati terutama para pemilik perahu penyeberangan tradisional.
“Kami memberikan peringatan untuk mengurangi kapasitas demi keselamatan,” katanya
Untuk diketahui, jumlah total tempat penyeberangan perahu tambangan yang masih aktif di Bojonegoro sendiri terdapat 50 lokasi, baik dari arah timur Baureno hingga wilayah Margomulyo.(jk)





