Suarabanyuurip.com – d suko nugroho
Surabaya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur berencana memangkas jumlah tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Jumlah pengurangan TPS pada pesta demokrasi lima tahunan itu mencapai hingga 11 ribu TPS.
Ketua KPU Jatim, Choirul Anam mengatakan, akan melakukan restrukturisasi TPS dari yang awalnya 130.262 sekarang menjadi 119.861 TPS.
“Ada pengurangan sekitar 11 ribu dalam rangka efisiensi,” ungkap Anam dalam keterangan tertulisnya.
Namun, lanjut Anam, angka tersebut belum final karena saat ini masih dilaksanakan proses pemutakhiran data pemilih yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) mulai 12 Februari hingga 14 Maret 2023.
“Jadi ini masih bisa naik dan bisa turun sesuai proses Coklit nanti,” tegasnya.
Sesuai data daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari KPU RI, kata Anam, jumlah pemilih potensial di Jatim mencapai 31.810.467 pemilih per semester I 2022. Dari data tersebut kemudian KPU Jatim melakukan pemutakhiran data dengan turun langsung ke rumah masing-masing warga. Warga hanya perlu menyiapkan KTP dan KK untuk diverifikasi Pantarlih.
Komisioner KPU Jatim Divisi Data dan Informasi Nurul Amalia mengatakan, pihaknya memasang target proses coklit ini tuntas 10 hari sebelum batas akhir.
“Sedangkan di 10 hari terakhir digunakan untuk mencoklit ulang karena data yang dipakai data DP4 semester I 2022. Sehingga, masih dimungkinkan saat DP4 kami terima ada perubahan mungkin masyarakat yang keluar, masuk atau bahkan meninggal,” paparnya.
Karena itu, pihaknya berharap masyarakat mau terbuka saat dilakukan proses coklit untuk menyukseskan Pemilu 2024.
“Kami minta agar masyarakat mau menerima para petugas Pantarlih,”pintanya.(suko)





