Selamatkan Hutan, IDFoS Indonesia Kampanye Gerakan Lestari Alam Raya

IDFoS Indonesia bersama elemen masyarakat melakukan penanaman pohon di kawasan hutan Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia menggelar acara gerakan lestari alam raya (Gelar) untuk menjaga hutan di Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (21/3/2023). Sebab, hutan mempunyai peran penyangga ekosistem suatu kawasan dan memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar serta berkontribusi terhadap pendapatan nasional.

Pegiat Lingkungan IDFoS Indonesia Rizal Zubad Firdausi mengatakan, hutan mengalami tekanan luar biasa dari masyarakat dan perusahaan untuk pemenuhan ekonomi masing-masing. Sehingga hutan juga dituntut untuk memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan dan berkontribusi terhadap pendapatan nasional.

“Hal tersebut memicu deforestasi untuk penggunaan kawasan sebagai sumber peningkatan ekonomi,” kata Rizal sapaan akrabnya. Deforestasi sendiri merupakan peristiwa hilangnya tutupan hutan yang berubah menjadi tutupan lain.

IDFoS bersama elemen masyarakat dan pemerintah foto bersama usai tanam pohon.
© 2023 suarabanyuurip.com/Joko Kuncoro

Catatan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019-2020 angka deforestasi Indonesia mencapai 115.459 hektare. Secara rinci, katanya, sebanyak 66.995 hektare deforestasi merupakan area kawasan hutan, sementara, 48.464 hektare merupakan areal penggunaan lain (APL) atau bukan kawasan hutan.

Baca Juga :   Selama Nataru 2025, Bulog Bojonegoro Pastikan Stok Beras Aman

Dia mengatakan, perubahan kawasan hutan tetap tinggi, walaupun sebenarnya ada deforestasi yang tidak dicatat sebagai deforestasi seperti beberapa kejadian merubah bentuk hutan itu sendiri menjadi bentuk perkebunan suatu komoditas, dan lain sebagainya.

Karena itu, penyadaran masyarakat menjadi tanggung jawab bersama melalui kegiatan-kegiatan percontohan di lingkungan masyarakat oleh organisasi kemasyarakatan seperti Gelar. Terutama dalam kolaborasi dengan pegiat lingkungan baik dari masyarakat, pemerintah hingga perusahaan sebagai support.

“Ada 600 bibit pohon jenis tanam jambu mente, pete, dan akasia yang kami tanam bersama berbagai elemen dan pegiat lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Direktur IDFoS Indonesia Joko Hadi Purnomo mengatakan, sebuah prestasi pemerintah dan para pegiat lingkungan menjadikan penurunan deforestasi sebesar 75,03% dari periode sebelumnya yang sebesar 462.458 hektare (BPS, 2020). Pulau Jawa sudah cukup signifikan dalam meminimalkan deforestasi, bahkan jawa timur sudah tidak ada deforestasi pada tahun 2020.

“Namun bukan berarti tugas lingkungan telah selesai, tanggung jawab untuk mengembalikan kembali penyangga ekosistem ini harus diemban bersama,” katanya.

Baca Juga :   Program Biru Langit JTB, PEPC dan IDFoS Indonesia Panen Raya Pertanian Holtikultura di Ngasem Bojonegoro

Dia menambahkan, langkah perlu dimulai dengan penyadaran masyarakat, perusahaan, dan negara. Yakni terkait pentingnya hutan untuk keseimbangan. Hutan juga sebagai daya dukung keberlangsungan kehidupan baik dari sisi peningkatan ekonomi maupun penyangga kerentanan lingkungan.

“Termasuk aksi nyata untuk mengembalikan dan melestarikan kembali hutan dengan konsep hutan yang sebenarnya tanpa meninggalkan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan pada khususnya,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *