63 Tahun SOKSI Perjuangkan Kaum Buruh

Ketua Depicab SOKSI Bojonegoro, Sigit Kushariyanto.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) kini berulang tahun. Organisasi buruh atau pekerja seluruh Indonesia yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1960 silam ini masih terus memperjuangkan kaum buruh hingga hari ini.

“SOKSI hari ini genap berusaha 63 tahun. Sejak didirikan sampai hari ini tetap konsisten membela dan memperjuangkan hak hak fundamental kaum buruh,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) Bojonegoro, Jawa Timur, Sigit Kushariyanto kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (20/05/2023).

Pria yang juga menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro ini menuturkan, bahwa SOKSI pada awalnya didirikan oleh pihak militer untuk mengimbangi keberadaan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) yang merupakan organisasi buruh sayap PKI.

Keberadaan SOKSI dalam perkembangannya dia katakan mampu bergerak dan memberi perlawanan yang dahsyat terhadap pergerakan organisasi sayap milik PKI kala itu. Dalam kata lain, SOKSI lahir memang untuk melawan PKI. Kemudian, dalam perjalanannya, bersama MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) dan KOSGORO (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong), akhirnya bergabung menjadi Sekber Golkar (Sekretariat Bersama Golongan Karya) pada tahun 1964.

Baca Juga :   Buruh Rokok Bojonegoro Akan Ikut Aksi di Surabaya Tolak Revisi PP 109 Tahun 2012

“Sekber Golkar ini cikal bakal Partai Golkar. Sehingga banyak kader SOKSI yang berkiprah secara nyata turut membesarkan Partai Golkar. Banyak pula kader SOKSI dari semua tingkatan yang duduk di kursi legislatif,” tutur Sigit.

Semangat SOKSI dalam membela kaum buruh, lanjut mantan Kepala Desa Ngraseh ini, menjadi ruh para kader mulai tingkatan Depicab atau tingkat kabupaten/kota, Depidar di level provinsi, hingga Depinas untuk tingkat nasional. Terutama dalam berkiprah mempercepat pembangunan dan kemajuan industrialisasi di Indonesia melalui kerja sama tripartit. Yaitu hubungan kerja sama antara serikat buruh, pengusaha dan pemerintah.

“Sedangkan untuk Bojonegoro khususnya, karena APBD kita besar, SOKSI Bojonegoro juga mendorong kepada pemerintah kabupaten demi terciptanya pertumbuhan investasi di Bojonegoro sehingga tumbuh industri besar maupun menengah. Dengan begitu bisa memperluas ketersediaan lapangan pekerjaan di Bojonegoro,” ucapnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *