36 Jemaah Haji Asal Bojonegoro Pakai Kursi Roda, Tawaf dan Sai Bisa Pakai Skuter

Ketua KBIH Madani Solikhin Jamik.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur banyak yang sudah lanjut usia. Penyebabnya, karena panjangnya masa antrean jemaah haji hingga 30 tahun lebih. Tahun ini tercatat ada 36 jemaah haji yang memakai kursi roda.

Kementerian Arab Saudi menyarankan jemaah haji dapat memanfaatkan penyewaan skuter atau jasa pendorong kursi roda resmi yang disediakan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Skuter bisa dimanfaatkan saat melakukan tawaf dan sai dalam beribadah haji.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KBIH Madani Solikhin Jamik mengatakan, hukum tawaf dan sai dalam beribadah haji menggunakan alat bantu diperbolehkan. Namun, jika jemaah haji ada masalah karena ada keterbatasan.

“Tawaf dan sai menggunakan skuter sudah diberikan kelonggaran oleh Kementerian Arab Saudi. Jika jemaah haji memiliki keterbatasan dari segi usia seperti lansia. Di mana fisik dan tenaga sudah tidak memungkinkan,” katanya, Jumat (9/6/2023).

Dia mengatakan, sangat dibolehkan dan tidak ada masalah yang terpenting berputar sesuai dengan aturan tawaf dan jumlahnya 7 kali mengelilingi ka’bah.

Baca Juga :   14 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Ini Daftar Nama-namanya

“Hanya menyangkut teknik beribadah. Dan ibadahnya sendiri adalah memakai pakaian ihram, dan mengelilingi ka’bah 7 kali sesuai ibadah yang ditentukan,” katanya.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bojonegoro M. Abdulloh Hafidz mengatakan, ada 36 jemaah haji asal Bojonegoro yang memakai kursi roda.

“Ya, kebanyakan rata-rata jemaah haji sudah lanjut usia,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *