Pelunasan Biaya Haji Kuota Tambahan 8.000 Jemaah Tersisa Dua Hari

FOTO ILUSTRASI : Jemaah haji Indonesia saat melakukan rangkaian ibadah haji di tanah suci.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk kuota tambahan sebanyak 8.000 jemaah telah dibuka dalam waktu tiga hari kerja. Hal ini sesuai Keputusan Presiden (Keppres) No 12 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Keppres No 7 Tahun 2023 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1444 H/2023 M yang bersumber dari Bipih dan Nilai Manfaat.

“Alhamdulillah, Keppres sudah terbit. Pelunasan untuk kuota tambahan dibuka selama tiga hari kerja, 8 -12 Juni 2023,” tegas Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab dalam keterangannya.

Saiful menjelaskan Indonesia tahun ini mendapat tambahan kuota dari Arab Saudi sebesar 8.000 jemaah. Sehingga, total kuota haji tahun ini Adalah 229.000 Jemaah.

Kementerian Agama telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 467 tahun 2023 tentang Penetapan Kuota Haji Tambahan 1444 H/2023 M. Dalam KMA tersebut diatur bahwa kuota tambahan terdiri atas 7.360 kuota haji reguler dan 640 kuota haji khusus. Untuk haji khusus, kuota tambahan ini terdiri atas 600 jemaah dan 40 kuota petugas.

Baca Juga :   Kantor Camat Ngasem Sudah Layani Warga

Kuota haji reguler tambahan, kata Saiful Mujab, diperuntukkan bagi jemaah haji reguler berdasarkan urutan nomor porsi berikutnya yang meliputi:
a. Jemaah haji reguler yang saat pelunasan tahap sebelumnya mengalami kegagalan sistem;
b. Jemaah haji cadangan yang telah melakukan pelunasan; dan
c. Jemaah haji reguler nomor urut porsi berikutnya setelah jemaah haji cadangan

“Pada pelunasan ini, kita juga membuka kesempatan bagi jemaah dengan nomor porsi urutan berikutnya lagi, untuk melunasi Bipih dengan status sebagai jemaah haji cadangan. Mereka akan mengisi jika kuota haji tambahan belum terpenuhi sampai penutupan pelunasan,” jelasnya.

“Jika sampai akhir masa pelunasan kuota tambahan ini belum terpenuhi semua, alokasi pengisian kuota menjadi kebijakan Menteri Agama,” tandas Saiful.

Untuk diketahui, Bipih 2023 ditetapkan sebesar Rp49.812.700,26. Jumlah ini turun Rp 19.381.034 dari usulan Kementerian Agama (Kemenag) sebelumnya sebesar Rp 69.193.734,00.

Sementara Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023 ditetapkan rata-rata Rp90.050.637,26 per jemaah haji reguler. Jumlah ini mengalami penurunan dari usulan sebelumnya Rp98.893.909,11.

Baca Juga :   Menantang Bahaya Demi Keluarga

BPIH tersebut terdiri atas dua komponen, yaitu Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang ditanggung jemaah dengan rata-rata Rp49.812.700,26 (55,3%) dan penggunaan nilai manfaat per Jemaah sebesar Rp40.237.937 (44,7%). Dengan skema ini, penggunaan dana nilai manfaat keuangan haji secara keseluruhan sebesar Rp8.090.360.327.213,67.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *