Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – PT Perusahaan Gas Negara Sales and Operation (PGN SOR) III Area Bojonegoro, Jawa Timur, tercatat mendistribusikan gas bumi untuk para pelanggan setempat hampir sekira 10 ribu sambungan.
Sebagaii bentuk layanan dan kepedulian kepada pelanggan di kabupaten penghasil minyak dan gas bumi atau migas (sebutan lain Bojonegoro), anak perusahaan Pertamina ini membagikan tips mencegah dan mengatasi kebocoran gas bumi dalam rumah.
Operation and Maintenance (OM) PGN SOR III Area Bojonegoro, Edy Sulistiono menuturkan, bahwa gas bumi adalah produk yang sangat aman digunakan oleh penggunanya.. Ini karena sifatnya yang tidak beracun, tidak berwarna, lebih ringan dari udara, dan tidak berbau.
“Nah karena tidak berbau ini, kami tambahkan odoran atau zat pembau agarr mudah dikenali. Perlu diketahui, tekanan pipa gas bumi rumah tangga ini kecil. Hanya sekira 0,03 bar. Lebih kecil dari tekanan gas Elpiji yang mencapai 8 bar,” kata OM PGN Area Bojonegoro, Edy Sulistiono kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (15/06/2023).
Meskipun sangat aman, pihaknya tetap memberikan tips kepada para pelanggan untuk mencegah dan mendeteksi kebocoran jika hal itu sampai terjadi dalam rumah. Potensi bocor yang bisa timbull meskipun jarang, biasanya terdapat pada selang karet milik pelanggan akibat digigit tikus.
“Selang karet menuju kompor ini bisa dilindungi dengan pelindung aliminium. Banyak kok di toko.. Untuk karet ini sebaiknya pakai yang warna hitam,” ujarnya.

Padamkan api dengan menggunakan handuk basah.(foto PGN)
© 2023 suarabanyuurip.com/PGN
Selain itu, Edy menyarankan agar pelanggan membiasakan menutup keran gas setelah pemakaian. Agar lebih aman jika kena gigit binatang pengerat. Tak hanya itu, menutup kran sebelum meter juga dianjurkan apabila pelanggan hendak berpergian agar lebih aman.
“Sebetulnya, pipa setelah meter sampai kompor adalah tanggung jawab pelanggan. Tapi karena kasihan, kami sering bantu benerin,” ucapnya.
Kebocoran gas bumi di dalam rumah bisa diketahui dari bau odoran gas bumi yang khas tercium. Atau berputarnya angka paling kanan pada meteran meskipun gas sedang tidak digunakan. Jika hal ini terjadi, maka pelanggan harus menutup keran luar dan dalam. Dilanjutkan membuka jendela, pintu, dan ventilasii lebar-lebar supaya gas bumi terlepas ke atmosfir.
Sedangkan untuk deteksi letak kebocoran, pelanggan dapat menggunakan cairan sabun dioleskan ke alur pipa. Misalnya dari alur valve luar, regulator menuju meter, dari meter menuju pipa sambungan kompor, pada katup atau valve sebelum kompor,, dan selang karet ke kompor.

Petugas PGN sedang mendeteksi kebocoran dengan menggunakan alat.
© 2023 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari
Jika timbul gelembung saat diolesi cairan sabun, terindikasi ada kebocoran pada pipa yang teraliri gas bumi. Dalam kondisi ini pelanggan tidak disarankan menyalakan api atau peralatan listrik.
Meski demikian, kalau kebocoran gas bumi tersulut api hingga terbakar, kata Edy, pelanggan tak perlu panik. Karena api ini tidak menimbulkan ledakan.
“Semburan apinya bisa dipadamkan dengan handuk atau kain basah. Atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Tapi jangan pernah gunakan air untuk padamkan. Jangan lupa segera hubungi Call Center 135 dan pemadam kebakaran terdekat,” imbuh dia.(fin)





