Produksi Panen Padi di Bojonegoro Turun

Pimcab Bulog Bojonegoro, Sugeng Hardono.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Serapan gabah di Perum Bulog Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan karena panen padi di wilayah kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (Migas) ini juga menurun.

“Akibatnya serapan gabah tidak bisa maksimal musim panen kemarin,” kata Pimpinan Cabang (Pimcab) Bulog Bojonegoro, Sugeng Hardono.

Dia mengatakan, serapan gabah di Bulog Bojonegoro hanya mencapai 17.800 ton hingga pertengahan tahun ini. Jumlah tersebut, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang rata-rata serapan mencapai 50 sampai 100 ton per hari.

Sugeng sapaan akrabnya menjelaskan, produksi panen padi di Bojonegoro berkurang sehingga menyebabkan serapan padi menurun. Hal tersebut juga menyebabkan harga yang melambung tinggi di atas harga pokok penjualan (HPP).

”Harganya gabah kering panen saat ini di pasaran berkisar Rp 6.200 sampai Rp 6.400 per kilogram. Tingginya harga tersebut karena minimnya panen di musim ini,” katanya, kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (4/8/2023).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata Sugeng, Bulog Bojonegoro akan terus melakukan pengadaan dengan menggandeng dinas terkait, Gapoktan serta mitra Bulog untuk menambah stok.

Baca Juga :   Harga Beras di Bojonegoro Mahal, Suplai Beras Medium SPHP Bulog Berkurang

”Bulog Bojonegoro menargetkan hingga Desember serapan gabah mencapai 30 ribu ton,” tandasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *