SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Berbeda dengan tahu lalu, tahun ini petani sekitar ladang Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Kecamatan Ngasem, Kebupaten Bojonegoro, Jawa Timur, lebih memilih tanam tembakau ketimbang palawija. Hariyadi, warga Desa Mediyunan ini misalnya.
Hariyadi mengaku, tahun lalu lahan pertaniannya banyak yang ditanami palawija, diantaranya adalah jagung dan hanya sedikit yang ditanami tembakau. Sedangkan dimusim kemarau tahun ini lahan pertanian yang dimiliki seluas 2,5 hektar keseluruhan ditanami tembakau.
“Tahun lalu kan masih sering turun hujan jadi milih tanam jagung ketimbang tembakau. Untuk tahun ini cuacanya cukup mendukung sehingga lebih memilih tanam tembakau,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (21/08/2023).
Dari lahan seluas 2,5 hektar itu, lanjut Hariyadi, ditanami 50 ribu bibit tembakau yang kini sudah berusia 2,5 bulan. Dengan pertumbuhan normal karena didukung cuaca yang cukup bagus.
“Lahan pertanian memang tidak semuanya cocok untuk ditanami tembakau, sehingga berpengaruh dipertumbuhan selain gangguan lain. Alhamdulillah untuk kendala tidak ada, karena kebutuhan air dan pupuk tercukupi. Insya Allah setengah bulan lagi sudah bisa dipanen,” ucapnya.
Dia menambahkan, bahwa untuk penjualan daun tembakau tidak terlalu dibuat gusar. Karena jika dijual daun harganya kurang memuaskan maka akan dirajang.
“Banyak cara untuk menjualnya, jika ada pembeli yang mau memborong langsung saat ini ya dipersilahkan terpenting harganya cocok,” imbuhnya.
“Kalau perihal modal tentu banyak lah, puluhan juta rupiah. Mudah-mudahan tahun ini harga daun tembakau mahal, sehingga hasilnya sesuai harapkan,” pungkasnya.(sam)





