SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Kekeringan di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meluas hingga 68 desa di 19 kecamatan. Sebanyak 5.716.000 liter air telah didistribusikan kepada warga terdampak.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan, kemarau panjang menyebabkan kekeringan di wilayah Bojonegoro semakin meluas
“Per 8 Oktober 2023 kemarin ada 68 desa di 19 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan,” katanya, Selasa (10/10/2023).
Dia mengatakan, untuk mengatasi kekeringan tersebut BPBD telah mendistribusikan sekitar 5,7 juta liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
“Hingga saat ini kami telah mendistribusikan sebanyak 1.429 tangki air bersih, dengan kapasitas 4.000 liter tiap tangkinya, dengan total 5.716.000 liter,” katanya.
Kemarau tahun ini, lanjut Ardhian, lebih banyak desa yang terdampak dibandingkan tahun 2022 lalu. Hal itu dibuktikan dari banyaknya permintaan air bersih selama musim kemarau 2023. Hampir setiap hari BPBD melakukan drooping air bersih.
“Dampak kekeringan di lapangan terus meluas. Permintaan air bersih juga terus meningkat dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Puluhan desa yang menjadi sasaran distribusi air bersih yakni Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo; Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho; Desa Malingmati dan Desa Jatimulyo,
Kecamatan Tambakrejo; Desa Dukohkidul, Butoh, Sambong, dan Desa Kolong, Kecamatan Ngasem.
Selanjutnya Desa Clebung, Kecamatan Bubulan; Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu; Desa Siwalan, Bareng, Panunggalan, dan Desa Alasgung, Kecamatan Sugihwaras; Desa Karangdinoyo, Kayulemah, Sumberharjo, Tlohohaji, dan Desa Tulungrejo,
Kecamatan Sumberrejo; Desa Nglampin, Sengon, Kecamatan Ngambon; dan Desa Jamberejo, Duwel, Dayukidul, dan Kendung, Kecamatan Kedungadem.
Kemudian, SMAN Kepohbaru, Kecamatan Kepohbaru; SMKN Sekar, Kecamatan Sekar; Desa Petak, Kecamatan Malo; Desa/Kecamatan Kasiman; Desa Donan dan Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari; Desa Pilang, Kecamatan Kanor;
Desa Banjaran, Kecamtan Baureno; Desa Hargomulyo, Kedewan, dan Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan; dan Desa Papringan, Kecamatan Temayang.
Sementara itu, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) puncak musim kemarau 2023 terjadi pada Juli hingga Agustus. Sedangkan berdasarkan prediksi terbaru, awal musim hujan akan terjadi pada November mendatang.(jk)




