Kelompok Tani Hutan Deklarasi Cegah Kebakaran Lahan Hutan Sekitar GPF JTB

Para petani hutan bersama Operation & HSSE PEPC JTB, Perhutani BKPH Clangap dan mandor hutan, BPBD dan Damkarmat Bojonegoro saat dalam kegiatan acara deklarasi.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tergabung dalam Kelompok Petani Hutan Peduli Api (KPHPA) deklarasikan pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan hutan di sekitar proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran Tiung Biru (JTB), yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Deklarasi dilakukan karena banyaknya kejadian kebakaran lahan hutan pada musim kemarau panjang saat ini. Kegiatan deklarasi disaksikan oleh beberapa pihak dan instansi terkait. Yaitu Operation & HSSE PEPC JTB, Perhutani BKPH Clangap dan mandor hutan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro.

Perwakilan kelompok petani, Agus membacakan naskah deklarasi diikuti oleh seluruh anggota kelompok menyampaikan ikrar dan komitmennya. Antara lain, bersama sama akan memanfaatkan lahan hutan dengan baik dengan menjaga kelestarian alam hutan.

Kemudian, akan merubah cara pembakaran semak untuk membuka lahan dengan cara yang lebih baik dan aman, mengupayakan pemadaman secara mandiri jika terjadi kebakaran lahan hutan dan mengedepankan tindakan pencegahan, serta bersama sama bertekad mengembangkan ekonomi produktif dan membangun kerjasama untuk kepentingan masyarakat petani hutan.

Baca Juga :   Diduga ODGJ Tercebur Sumur Desa Gading

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Damkarmat Bojonegoro, Teguh Aris mengatakan, peristiwa kebakaran pada 2021 terjadi 175 kali, sedangkan pada 2022 mengalami penurunan menjadi 128 kali peristiwa kebakaran.

Meski mengalami penurunan di tahun 2022, namun pada 2023 ini mengalami lonjakan peristiwa kebakaran. Ini dipengaruhi oleh sejumlah hal salah satunya adalah cuaca. Di bulan Agustus hingga pertengahan Oktober 2023 sudah 315 kali kebakaran yang ditangani.

Oleh karena itu, deklarasi harus ditindaklanjuti secara nyata untuk menekan angka kebakaran. Bersama para relawan yang telah dibentuk Damkar, kelompok tani ini bisa menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran.

“Khususnya di kawasan lahan hutan,” kata Teguh Aris dalam siaran pers yang diterima SuaraBanyuurip.com, Minggu (15/10/2023).

Sementara itu, petugas BPBD Bojonegoro, Eko Susanto, mengingatkan tindakan pencegahan kebakaran yang dilakukan harus diimbangi dengan melakukan pengawasan secara intensif, apalagi lahan hutan garapan para petani berada di kawasan industri Migas, sehingga resikonya sangat besar dan bisa merembet ke rumah warga.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kegiatan deklarasi ini sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab bersama pada upaya pencegahan dan pengendalian,” ujarnya.

Baca Juga :   Truk Pengangkut Pasir Terguling

Sedangkan HSSE PEPC JTB, Feriawan, menyampaikan rasa terima kasih khususnya kepada warga dan kelompok petani hutan atas kepeduliannya terhadap keselamatan dan keamanan bersama. Area Gas Processing Facility di Jambaran Tiung Biru sudah didesain sesuai standar keamanan dan keselamatan.

“Namun (meski begitu) kita juga harus menekan resiko sekecil apapun agar terhindar dari kejadian yang dapat membahayakan kita semua,” harapnya.

Dua hal yang harus diperhatikan adalah menekan penyebab terjadinya kebakaran dan bagaimana cara meminimalisir terjadinya kebakaran. Maka pihaknya berharap upaya pembukaan lahan dilaksanakan secara aman dan efektif.

“Serta senantiasa berkoordinasi dengan pihak Perhutani,” tandasnya.

Pembacaan Deklarasi yang dilakukan KTH KPHPA pada Jumat (13/10/2023) kemarin merupakan bagian dari program Gerakan Masyarakat Tanggap Api (Gemati) Pertamina EP Cepu (PEPC)bermitra dengan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Alas Institute.

Selain fokus pada aspek kelestarian alam hutan, Program ini selanjutnya juga akan dimaksimalkan pada upaya peningkatan kapasitas dan produktifitas pertanian.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *