Silpa Bojonegoro Tembus Rp 3,67 Triliun, Dirjen Perbendaharaan : Jangan-jangan Uangnya Tak Dibelanjakan

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Besaran sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) APBD 2023 Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga 30 September sudah menembus Rp 3,67 triliun. Silpa Bojonegoro ini tertinggi di Jawa Timur menglahkan Pemkot Surabaya yang hanya mencapai Rp1,02 triliun.

Data suarabanyuurip.com, Silpa APBD Bojonegoro selalu tinggi selama pemerintahan Bupati Anna. Tahun 2018 jumlahnya sebesar Rp. 2,01 triliun, kemudian naik menjadi Rp. 2,2 triliun pada 2019. Silpa ini kembali naik lagi pada 2020 sejumlah Rp 2,43 triliun dan melejit menjadi Rp 2,82 triliun pada 2021. Juga di tahun 2022 mencapai Rp 3,2 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Taukhid mengatakan, kinerja APBD 2023 Kabupaten Bojonegoro mulai dari sisi pendapatan daerah cukup besar yakni mencapai Rp 3,56 triliun. Sedangkan untuk belanja daerah sebesar Rp 3,11 triliun.

“Namun, Kabupaten Bojonegoro juga memiliki surplus atau defisit Rp 449,08 miliar dan silpa mencapai Rp 3,67 triliun atau 117,75 persen,” katanya saat menyampaikan kinerja APBD 2023 kabupaten/kota per 30 September.

Baca Juga :   Puskemas Gayam Tak Pinjami Ambulan, Pasien Kritis Meninggal Dunia

Dia mengatakan, silpa Kabupaten Bojonegoro Rp 3,67 triliun ini merupakan yang tertinggi di Jawa Timur. Namun masih ada daerah lain yang juga memiliki silpa tinggi salah satunya seperti Pemkot Surabaya sebesar Rp 1,02 triliun.

“Jadi silpa Bojonegoro yang tinggi ini jangan-jangan uangnya tidak dibelanjakan,” katanya.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan silpa Bojonegoro selalu tinggi. Yakni serapan yang rendah atau ada proyek yang belum terealisasi salah satunya Bendung Gerak Karangnongko senilai Rp 362 miliar.

“Kemudian ada transfer di akhir tahun dari pemerintah pusat. Sehingga otomatis menjadi silpa,” jelas Nurul.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. saya heran anggaran tdk di pake di kritik, di pake pun di kritik, mbok di budayakan saling menghargai, apa karena beda partai kalian saling kritik, mlh di bandingkan dgn SURABAYA, ingat surabaya kota yg sudah mapan, pembangunan sudah tdk perlu dana banyak, ingat bojonegoro dri bupati yg dulu² pembangunan seperti ank kecil bermain, lihat sekarang semua jln di cor, kita rakyat bojonegoro begitu bangga punya bupati seperti anna, meski pembelanjaan terlalu tinggi tp di rasakan rakyat tdk di garong para penguasa.

  2. Bagaimana bisa menyerap anggaran l,ha wong planing program kegiatan di masing masing OPD / SKPD schedule abu abu kepentingan , progress selalu molor molor pura pura takut salah tapi begitu akhir tahun lomba lari menghabiskan anggaran sehingga fungsi controling nya kebut kebut kwkwkwk