SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan mitra pendamping Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (Patra Daya) dari Lembaga Studi Penguatan Masyarakat (LSPM) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama Camat Ngasem di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (07/11/2023).
Monev ini dilaksanakan di empat desa yang menjadi sasaran program. Yakni, Desa Tengger, Jelu, Jampet, dan Wadang. Masing-masing jenis kegiatan infrastruktur itu antara lain pembangunan lapangan voli untuk Desa Tengger, kemudian Jalan Usaha Tani (JUT) untuk Desa Jampet dan Jelu, lalu pembangunan jalan rigid beton di Desa Wadang.
Monev di Kecamatan Ngasem ini merupakan lanjutan dari agenda sejenis pada hari yang sama, yaitu untuk pembangunan infrastruktur publik berupa pavingisasi di Desa Sembung, jembatan di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, dan drainase di Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Kepala Desa (Kades) Tengger, Asngari, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat membantu kemajuan pembangunan di desanya. Dari lapangan voli yang representatif diyakini mampu memunculkan bibit-bibit pemain voli.
“Sebab selama ini kami belum punya infrastruktur lapangan voli,” katanya di sela-sela kegiatan Monev.
Senada dengan Asngari, Kades Wadang Wiji Siswati menyatakan, bantuan infrastruktur yang diberikan oleh EMCL sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat Wadang. Sehingga dia berharap, komunikasi antara pihaknya dengan EMCL senantiasa terjalin.
“Mudah-mudahan Patra Daya ini terus berkelanjutan,” harap kades perempuan ini.
Sementara Camat Ngasem, Iwan Sophian mengungkapkan rasa syukur sebab EMCL telah memberikan perhatian kepada desa yang dia pimpin melalui Patra Daya. Yang mana dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) gagasan EMCL ini sangat membantu pembangunan pemerintah desa di sekitar project.
Sebab jika hanya berharap dari APBDes saja atau dana transfer tidak akan bisa meng-cover lebih cepat kebutuhan infrastruktur sesuai RPJMDes yang ada di empat desa yang menjadi sasaran penerima manfaat.
“Dengan adanya Monev ini saya kira kami bisa membantu memberikan masukan-masukan terhadap pelaksanaan Patra Daya agar terealisasi sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Berkenaan program kemitraan EMCL bersama masyarakat sekitar wilayah operasi, Community Relations Supervisor EMCL, Feni Kurnia Indiharti menyebut, bahwa hal itu memang merupakan bentuk partisipasi dan kontribusi untuk memberikan dukungan terhadap kemajuan masyarakat desa setempat.
“Harapannya kedepan, misalnya Desa Tengger ini di (sekitar) Kedung Keris, maka kami berharap terjadi hubungan yang tetap harmonis dengan masyarakat untuk mendukung operasi EMCL baik di Lapangan Kedung Keris maupun di Lapangan Banyu Urip,” ucap Feni kepada Suarabanyuurip.com.
Direktur LSPM, Masrukhin menyampaikan, ada 12 yang menjadi sasaran Patra Daya mendapat dampingan LSPM. Yaitu Desa Katur, Ringintunggal, Begadon, Cengungklung, dan Manukan di Kecamatan Gayam.
Lalu Desa Tengger, Jelu, Jampet, dan Wadang di Kecamatan Ngasem. Kemudian Desa Sembung dan Wedi, Kecamatan Kapas. Serta Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota.(fin)





