Warga Mojodelik Terganggu Flare Banyu Urip, DPRD Bojonegoro : Harusnya Ada Sosialisasi

Lasuri.
Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – DPRD Bojonegoro, Jawa Timur menyoroti meningkatnya pembakaran gas flare lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, yang dikeluhkan warga sekitar. Legislatif meminta operator ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar sebelum melakukan perbaikan fasilitas yang berdampak pada membesarnya flare Banyu Urip.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri menyampaikan, sosialisasi atau pemberian informasi kepada masyarakat sekitar sebelum perbaikan fasilitas dimulai ini penting dilakukan oleh EMCL. Tujuannya agar masyarakat sekitar lokasi tidak kaget jika sewaktu-waktu flare Banyu Urip membesar dan mengeluarkan suara bergemuruh.

“Sosialisasi kepada masyarakat terdampak sangat diperlukan. Apalagi pemeliharaan fasilitas yang menyebabkan membesarnya flare,” katanya kepada suarabanyuurip.com.

Sebagai perusahaan multinasional di bidang migas yang lama beroperasi di Indonesia, lanjut Lasuri, EMCL seharusnya dapat menerapkan teknologi canggih untuk meminimalisir dampak perbaikan fasilitas di lapangan Banyu Urip.

“EMCL harusnya bisa menerapkan teknologi terbaik agar saat melakukan perbaikan fasilitas tidak ada pembesaran flare dan suara bergemuruh,” katanya, Selasa (14/11/2023).

Baca Juga :   Sukseskan Tahun Kualitas dengan Maksimalkan Naker Lokal

Politisi Partai Amanat (PAN) ini juga menyarankan agar perbaikan fasilitas lapangan Banyu Urip sebisa mungkin dilakukan pada siang hari. Sebab jika dilakukan pada malam hari masyarakat akan terganggu.

“Ditambah lagi suhu udara saat ini yang panas karena musim kemarau, tentu dengan membesarnya flare masyarakat akan sangat merasakan dampaknya,” tegasnya.

Flare Banyu Urip membesar.
Flare lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejak sekira dua malam ini membesar.

Warga Mojodelik, Sucipto sebelumnya mengaku terganggu dengan membesarnya flare Lapangan Banyu Urip yang terjadi sejak dua malam ini.

“Apalagi terdengar suara bergemuruh, sehingga menggangggu warga yang tinggal dekat lokasi,” tuturnya.

Humas dan Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya sebelumnya menyampaikan, di lapangan Banyu Urip sekarang ini sedang dilakukan pemeliharaan terhadap alat-alat dan membuat terobosan-terobosan teknologi agar mampu memaksimalkan potensi.

“Dalam rangka menjaga operasi tetap aman dan andal pada Fasilitas Pemrosesan Pusat (CPF) Lapangan Banyu Urip, EMCL melakukan pemeliharaan fasilitas sejak tanggal 12 November 2023 hingga beberapa hari kedepan,” ucap Rexy.

Baca Juga :   SKK Migas Minta Risiko Terkecil

Rexy menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena EMCL akan selalu melakukan pemantauan yang ketat untuk memastikan bahwa kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik sehingga aman bagi masyarakat dan lingkungan.

“EMCL memastikan proses pemeliharaan akan berjalan dengan aman dan andal dengan melakukan pengukuran kualitas udara secara seksama,” imbuhnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *