PEPC Tetap Upayakan JTB Capai Produksi Optimum

Lapangan gas JTB.
Proyek pengembangan lapangan gas unitisasi JTB yang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dioperatori Pertamina EP Cepu.(dok.PEPC).

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina sebagai operator lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB) terus mengupayakan agar produksi gas bisa optimal sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Untuk itu, PEPC terus melakukan koordinasi erat dengan SKK Migas selaku regulator di industri hulu migas, termasuk mengenai hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

PEPC bersama SKK Migas, akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut dengan melaksanakan rekomendasi yang disampaikan oleh BPK.

“Proyek JTB merupakan salah satu dari sekian banyak proyek migas di Indonesia yang merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan target 1 juta BOPD dan 12 juta BSCFD pada tahun 2030. Kami tentu mendukung upaya ini dengan berusaha keras agar JTB bisa segera onstream dengan produksi sebesar 192 MMSCFD. Untuk itu perlu dukungan banyak pihak agar upaya ini bisa terwujud,” jelas Senior Manager Relations PEPC, Fitri Erika dalam siaran persnya, Rabu (7/12/2023).

Baca Juga :   Berharap Rekind Tidak Seperti PP

General Manager PEPC Zona 12, Mefredi sebelumnya menyampaikan, produksi lapangan gas JTB telah mencapai kisaran 130 juta standart kaki kubik per hari (MMSCFD).
Produksi tersebut dialirkan ke pipa distribusi Gresik – Semarang untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Adapun pengguna dari gas JTB ini diantaranya adalah PLN untuk sumber pembangkit listrik dan pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik (PKG),” kata Mefredi, saat menerima kunjungan kerja Komisaris Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Taufan Hunneman ke Zona 12 bersama Komite Audit, Jumat (18/11/2023).

Secara prinsip GPF di Lapangan JTB telah beroperasi sejak September 2022 lalu. Kini, suplai gas dari JTB telah mengalir ke end user untuk memenuhi kebutuhan energinya. Selain memenuhi kebutuhan industri, 0,2 MMSCFD gas dari JTB juga diperuntukan pada pemenuhan konsumsi jaringan gas (Jargas) yang ada di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Adapun total jam kerja selamat dari PEPC JTB hingga Oktober 2023 telah tercatat mencapai 64.560.145 jam.

Baca Juga :   Pengembangan Proyek Gas J-TB Mulai Disosialisasikan

Sebagai informasi, PEPC merupakan partner aktif di Blok Cepu bersama Exxon Mobil Cepu Ltd (ECML), Ampolez Pte Ltd dan Badan Usaha Milik Daerah, dalam melakukan percepatan produksi migas melalui pendekatan Early Production Facility (EPF) di lapangan Banyu Urip pada tahun 2009.

Pada tahun 2012 PEPC ditunjuk sebagai Operator Lapangan Unitisasi Jambaran dan Tiung Biru atas kesepakatan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja (KKKS WK) Blok PT Pertamina EP (PEP) dan KKKS WK Blok Cepu dengan penandatanganan Penandatanganan Unitization Agreement (UA) / Unitization Operation Agreement (UOA) Proyek Gas Lapangan Unitisasi JTB.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *