SuaraBanyuurip.com – Proyek pembangunan jalan beton (rigid) ruas Randublatung – Getas sepanjang sekitar 10 Km senilai Rp 53 miliar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah telah selesai dilaksanakan. Anggaran proyek ini bersumber dari Instruksi Presiden (Inpres) jalan Kementerian PUPR. Jalan bagus Randublatung-Getas ini sudah lama menjadi mimpi warga Blora.
Disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) Balai Jalan Besar PUPR Jateng – DIY, Arief Agus Setiawan, pembangunan jalan Randublatung – Getas dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Dua bulan harus selesai.
Disampaikan, dana turun akhir Oktober dan .kontrak dua paket. Yang satu paket dimenangkan PT Graha Mustika Mulia, panjang jalan 5 Km dengan besaran kontrak Rp27 Miliar.
Sementara itu, satu paket lagi, sepanjang 4,4 Km dengan nilai kontrak Rp24,5 Miliar dengan waktu pelaksanaanya 63 hari.
Untuk konstruksi jalan adalah beton rigit ketebalan 25 cm, dengan tulangan tunggal. Semula lebar jalan antara 3 – 5 Meter akan dilebarkan menjadi 6 M, ada bahu jalan.
Proyek pembangunan jalan beton rigit ini terbilang cepat. Anggaran pembangunan dari pemerintah pusat turun pada bulan Oktober 2023 dan pekerjaan haru selesai pada 31 Desember 2023.
Bupati Blora, Arief Rohman mengakui jika pembangunan jalan yang membuka akses Blora ke pintu gerbang Ngawi, Jawa Timur bak Bandung Bondowoso.
”Benar-benar Bandung Bondowoso, karena dua bulan harus jadi,” tandasnya saat meninjau lokasi, baru-baru ini.
Namun demikian, orang nomor satu di Blora itu optimis pekerjaan akan selesai sesuai perencanaan. Demikian juga pembangunan jalan yang dilakukan oleh Pemkab Ngawi saat ini juga sudah jalan.
”Jadi nantinya terkoneksi, dan jika sudah rampung, lebaran tahun 2024 para pemudik sudah bisa jajal jalan Ngawi tembus Randublatung,” jelasnya.
Bupati Arief mengungkapkan, butuh perjuangan ekstra untuk merealisasikan pembangunan jalan Randublatung-Getas lewat skema Inpres. Hampir 7 tahun pihaknya melakukan lobi dengan pemerintah pusat untuk menggolkan proyek tersebut.
Sebab, usulan pembangunan jalan Randublatung-Getas tersebut awalnya hampir tidak masuk dalam rencana pembangunan dari pemerintah pusat.
“Lega rasanya. Ini mimpi lama warga Blora untuk bisa menikmati ruas jalan bagus dari Randublatung-Getas akhirnya terealisasi. Sejak saya jadi Wakil Bupati, setelah 7 tahun dengan berbagai lobi yang terus kita lakukan akhirnya jalan dibangun,” pungkasnya.
Kepala DPUPR Blora, Samgautama Karnajaya menyatakan, serah terima jalan Randublatung – Getas kepada Pemkab Blora telah dilaksanakan pada Jumat, 29 Desember 2023.
Menurutnya masih ada sisa pekerjaan berupa pembereman jalan yang akan segera diselesaikan karena masih ada masa pemeliharaan selama 365 hari.
Samgautama melanjutkan, masih ada sisa 2,7 Km jalan yang belum dibangun. Diharapkan nanti bisa mendapat dana dari pusat lagi di tahun 2024.(red)





