SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Sejumlah anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk pemilihan umum (Pemilu) 2024 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dikabarkan mengundurkan diri. Pengunduran diri mereka dengan berbagai alasan.
Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Mochammad Zaenuri mengatakan, sebanyak tujuh Pengawas TPS mundur karena berbagai alasan.
Satu orang Pengawas TPS berasal dari Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro mundur karena sibuk bekerja dan tidak ikut pelantikan. Sementara enam anggota Pengawas TPS lainnya mundur pasca pelantikan.
Diantara enam anggota Pengawas TPS yang mundur pasca pelantikan ini dua orang berasal dari Kecamatan Dander, lalu empat anggota Pengawas TPS lainnya berasal dari Kecamatan Kapas, Malo, Ngraho, dan Trucuk.
“Lima dari tujuh anggota Pengawas TPS yang mengundurkan diri beralasan sebab sibuk kerja, sedangkan dua anggota Pengawas TPS lainnya dicoret karena alasan lain,” kata Mochamad Zaenuri kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (02/02/2024).
Disebutkan, dua anggota Pengawas TPS undur diri dengan alasan lain itu berasal dari Kecamatan Dander dan Malo. Satu Pengawas TPS dari Kecamatan Dander ini mundur sebab merupakan istri anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).
“Sesuai regulasi, anggota Pengawas TPS tidak boleh punya ikatan perkawinan dengan anggota KPPS. Sebab, dikhawatirkan ada konflik kepentingan di TPS,” terang Komisioner Bawaslu Bojonegoro Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat itu.
Sementara itu, lanjut Zaenuri, satu anggota Pengawas TPS lainnya mengundurkan diri dengan alasan lain tidak bisa mengoperasikan hand phone (hp) berasal dari Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.
Dua dari ke tujuh posisi anggota KPPS yang ditinggal mundur itu posisinya sudah terisi menggunakan mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
“Yang mengganti adalah pendaftar Pengawas TPS yang waktu seleksi rankingnya di bawah (Pengawas TPS, red) yang dicoret,” ujar mantan Ketua Bawaslu ini.
Sedangkan lima posisi anggota Pengawas TPS lainnya belum terisi, tetapi akan diisi secepatnya menggunakan beberapa mekanisme yang tersedia.
“Segera kami isi sesuai mekanisme,” tandas Zaenuri.
Untuk diketahui, anggota Pengawas TPS untuk Pemilu 2024 di Kabupaten Bojonegoro jumlah totalnya 4.278 orang. Mereka bertugas di 4.278 TPS.
Adapun, 4.278 anggota Pengawas TPS itu dilantik Bawaslu Bojonegoro secara serentak pada Minggu (21/1/2024) dan Senin (22/1/2024) lalu.(fin)






loh… mengundurkan diri apa memang sebenarnya tidak memenuhi syarat…..?????