SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Blora — Rumor adanya dugaan penggelembungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) pada pasangan Prabowo – Gibran berhembus di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Namun terhadap kabar ini Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat menyebut hingga kini belum menerima laporan.
Tersiarnya kabar tersebut berasal dari Relawan Ganjar-Mahfud di Kabupaten Blora yang menyatakan temukan adanya dugaan penggelembungan suara. Mereka mendapati hal itu setelah melihat data yang terekam di aplikasi sirekap milik KPU dan yang ada di Plano hasil.
Ketua Tim Relawan Ganjar – Mahfud di Kabupaten Blora, Singgih Hartono mengatakan, pihaknya telah melakukan pencermatan di mana menemukan ketidakcocokan antara data di plano hasil dan yang terekam di sirekap.
“Menurut kami hal itu menguntungkan pasangan Prabowo-Gibran,” kata Singgih Hartono kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (22/02/2024).
Dijelaskan, bahwa penggelembungan suara di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) jumlahnya mencapai ratusan. Sehingga sangat merugikan pasangan lain. Sebab jika dilihat pada hasil Plano dan sirekap dikatakan jomplang.
“Kalau hal ini memang benar kesengajaan tentu pelanggaran yang sangat luar biasa dan harus diusut tuntas,’’ jelasnya.

Singgih lantas menunjukkan temuan dugaan penggelembungan itu terjadi di delapan TPS. Salah satu misalnya di TPS 5 Beran hasil planonya menunjukkan pasangan 01 mendapatkan 23 suara. Pasangan 02 meraih 155 suara. Sedangkan Ganjar-Mahfud memperoleh 31 suara.
“Tetapi di sirekap nomor 02 tertulis 255 suara,’’ ujarnya.
Kemudian peristiwa lainnya serupa terjadi di TPS 12 Tempelan. Di Plano pasangan 01 memperoleh 12 suara, 02 mendapat 101 suara, dan 03 meraih 73 suara. Tetapi di sirekap pasangan 02 suaranya menggelembung, di sisi lain suara 03 tetap.
‘’Di sirekap 01 tertulis 72, lalu 02 konyolnya dapat 707, dan 03 tetap dapat 73,’’ tegasnya.

Dalam pencermatannya, hal itu terjadi di delapan TPS. Berdasarkan catatan itu dia pun menduga hal serupa berpotensi di TPS-TPS lain. Sehingga disinyalir ada upaya penggelembungan suara.
“Maka tidak menutup kemungkinan di TPS lain ada (penggelembungan) sehingga kami minta agar dikembangkan, karena di medsos juga banyak terjadi begini, kalau di nasional ada begini cilaka,’’ ucapnya.
Terhadap temuan yang dia kemukakan, pihaknya akan mengambil langkah pelaporan ke pimpinan pusat supaya ada penindakan lebih lanjut. Karena hal tersebut dinilai sebagai suatu bentuk dugaan kecurangan yang serius.
“Kami laporan ke tim pemenangan pusat biar dikaji dan ditindaklanjuti,’’ ucapnya.
Terpisah, Ketua Bawaslu Blora, Andyka Fuad Ibrahim mengatakan, pihaknya belum menerima laporan adanya temuan seperti yang diucapkan relawan Ganjar-Mahfud tersebut. Namun, siap menerima laporan adanya temuan itu.
‘”Belum ada laporan masuk ke kami, (tetapi) intinya kami siap menerima laporan, terlebih seperti masa rekapitulasi seperti ini mohon diawasi bersama, jika ada bukti yang akuntable monggo,’’ tandas Andyka.(fin)





