Tepian Bengawan Solo Longsor, Bangunan Warga di Bojonegoro Nyaris Ambrol

Tanah longsor
LONGSOR : Petugas dari BPBD Bojonegoro sedang melakukan asesmen kejadian tanah longsor di tepi Bengawan Solo turut Desa Ngablak, Kecamatan Dander.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Sejumlah bangunan milik warga yang berada di tepi Bengawan Solo dilaporkan nyaris ambrol akibat tanah longsor tergerus luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa, Rabu (13/03/2024).

Sementara ada dua lokasi yang dalam proses asesmen lembaga berwenang, yaitu di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, dan di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Lokasi longsor di Desa Ngablak ini terjadi di kandang usaha perah susu kambing milik Yanuar Kriswanto. Tanah sekira 5 meter di tepi bengawan hanyut terbawa arus air. Akibatnya, bangunan penyimpan susu hasil perahan kambing miliknya nyaris saja ambrol.

Bangunan rumah warga di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, nyaris ambrol.
Bangunan rumah warga di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, nyaris ambrol.

“Kemarin kan banjir, air surut tadi pagi pukul 05.00 WIB habis subuh, ambles bangunannya, sedangkan tanahnya hanyut seluas 5 meter dari bangunan,” kata pemilik kandang Yanuar Farm itu kepada Suarabanyuurip.com.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Laela Noer Aeny menyatakan, bahwa personil BPBD sedang dalam proses asesmen.

“Personil kami sedang melakukan asesmen, baik longsor di Ngablak dan di Kuncen,” ungkapnya.(fin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *