Demi Gapai Keberhasilan Pembangunan, Bupati Blora Sowan ke Mensesneg Pratikno 

Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman (kiri) kala mengantar Mensesneg Pratikno.
Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman (kiri) kala mengantar Mensesneg Pratikno.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Blora — Demi menggapai keberhasilan usulan pembangunan, Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman rela sowan di kediaman Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Dalam kunjungannya, Bupati Arief berupaya menyampaikan usulan untuk keberlanjutan beberapa pembangunan yang perlu bantuan dari pusat, dan juga pembangunan Blora Selatan yang dinilai berpotensi untuk pemerataan pembangunan.

Bupati Arief sowan langsung di Dolokgede, Bojonegoro semalam sebelum mengantar Mensesneg Pratikno menuju ke Stasiun Cepu, Senin 29 April 2024, pagi.

Kala itu Bupati Arief mengusulkan pembangunan ulang Pasar Ngawen, lanjutan inpres jalan dan juga pembangunan stadion untuk Blora.

“Pembangunan tersebut semuanya akan dikerjakan Kementerian PUPR. Kami coba usulkan lewat Pak Pratikno nanti juga langsung ke PUPR. Selain itu juga terkait lanjutan pembangunan Daerah Blora Selatan. Khususnya area Inpres jalan Getas-Randublatung,’’ bebernya kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (03/05/2024).

“Efek dari inpres itu mendapat respon positif dari Pak Mensesneg dan juga manfaat yang bagus bagi masyarakat sekitar. Jadi di sana sudah mulai tumbuh perekonomian, sudah mulai ada perbankan yang didirikan,’’ tuturnya.

Baca Juga :   Serapan APBD Blora 2022 Capai 92,41 Persen, Bojonegoro Hanya 80 Persen

Menurut Mas Arief, demikian ia karib disapa, ada pula wacana dengan Universitas Gajah Mada (UGM) terkait pembangunan disana. Sebab, UGM sendiri punya lahan KHDTK seluas 11 ribu hektar di area Getas.

“Bisa jadi dibuat lokasi pusat studi ataupun yang lain. Nanti bisa jadi pemantik pembangunan lainnya disana seperti rest area,’’ ungkapnya.

Selain lobi bantuan pembangunan dari pusat, dua tokoh dari kabupaten bertetangga ini mengaku membahas konsep Cepu Raya. Mas Arief melihat Mensesneg tertarik terkait akses transportasi Stasiun Cepu.

Selain itu, juga mengusulkan memperbanyak sertifikasi vokasi untuk PPSDM, Perhutani, dan juga BUMN lainnya yang berada di kawasan Cepu Raya.

“Jadi kemarin usul untuk penataan Cepu dan juga Stasiunnya. Menurut Pak Pratik akses tersebut bisa dimaksimalkan karena waktu tempuh menggunakan stasiun dari Cepu ke Jakarta cukup dengan 6.5 jam,’’ tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *