Mensesneg Pratikno Sebut Akan Ada Pabrik Methanol di Kawasan Cepu Raya

Mensesneg Pratikno.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (Liputan6.com/M Radityo Priyasmoro)

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan akan ada pembangunan pabrik methanol di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Investasi besar tersebut untuk mendukung pembangunan Kawasan Cepu Raya.

“Iya, rencananya akan ada investasi (pabrik methanol) ke arah situ,’ kata Pratikno kepada suarabanyuurip.com di rumah kampung halamannya Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Menurut Pratikno, untuk membangun ibukota kawasan dan pembangunan ekonomi Cepu Raya yang dibutuhkan bukan sekadar investasi berbasis kapital intensif dan teknologi intensif, padat modal dan teknologi. Tapi juga investasi padat karya yang membutuhkan produk-produk masyarakat lokal.

“Itu yang terpenting,” tegas mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) yang selama dua periode dipercaya sebagai Menteri Presiden Jokowi ini.

Pratikno menambahkan, sejumlah infrastruktur terus disiapkan untuk mendukung pembangunan kawasan Cepu Raya dan investasi yang akan masuk ke wilayah tersebut. Di antaranya melanjutkan pembangunan jalan dengan menggunakan program infrastruktur melalui Intruksi Presiden (Inpres) di wilayah Blora yang menghunungkan Ngawi, kereta cepat, jalan tol, bandara, dan pendukung lainya.

“Kawasan Cepu Raya ini mencakup Blora, Bojonegoro, Ngawi dan Tuban,” tegasnya.

Pembangunan pabrik methanol di wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ini dibenarkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Baca Juga :   Demi Gapai Keberhasilan Pembangunan, Bupati Blora Sowan ke Mensesneg Pratikno 

Bahlil menyampaikan, pembangunan pabrik methanol di wilayah Cepu akan dilaksanakan oleh Air Producs, perusahaan raksasa asal Amerika Serikat. Total investasi yang dikucurkan di Indonesia mencapai USD 15 miliar atau setara Rp219 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 7 miliar USD atau setara Rp102,4 triliun telah digelontorkan untuk proyek DME methanol di Balongan.

“Dan mau membangun juga metanol di Cepu, sisanya kita akan bikin hidrogen yang akan dibangun di Indonesia dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang dimiliki negara,” ucap Bahlil saat mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan Chairman dan CEO Air Products, Seifi Ghasemi, di Hotel Ritz Carlton, Washington DC, pada 2022 lalu.

Bahlil juga menyampaikan, dari hasil diskusi Presiden dengan CEO Air Products, terdapat juga rencana akan membangun industri dari hulu ke hilir di bidang petrokimia.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah menyiapkan lahan seluas 1.100 hektar (Ha) untuk Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Lokasinya di 14 titik yang tersebar di 11 kecamatan.

Data Badan Perencenaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, ke 14 titik itu berada di Desa Sambongrejo, Desa Gadu, Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, seluas 37,0 ha; Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, seluas 6,4 ha; Kelurahan Cepu dan Ngelo, Kecamatan Cepu, seluas 18.7 ha; Desa Ngraho, kecamatan Kedungtuban, seluas 51 ha; Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, seluas 80,4 ha; dan Desa Randulawang, Kecamatan Jati, seluas 53,3 ha.

Baca Juga :   Pemdes Gayam Tak Punya Hak Tentukan Lokasi TKD

Kemudian Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, dengan luas tanah 26,3 ha; Desa Sendangwates dan Gagakan, Kecamatan Kunduran, seluas 90,3 ha; Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, seluas 383, 7 ha; serta Desa Nglagitan dan Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, seluas lahan 86, 2 ha.

Selanjutnya Desa Sitirejo, KecamatanTunjungan, dan Desa Sendangharj Kecamatan Blora, seluas 85,8 ha; Desa Plantungan, Kecamatan Blora, seluas 115,3 ha; Kelurahan Tempelmahbang, Kecamatan Jepon, seluas 77 ha, dan Desa Ngloroh, Gunung Kecamatan Jepon, seluas 9 ha.

Pemkab Blora juga mulai membuat masterplan kawasan industri di Kundruan untuk menarik minat investor. Sebab, kurang tertariknya investor masuk di Kabupaten Blora selama ini salah satunya dikarenakan terkendala akses. Yakni jauh dari pelabuhan yang saat ini masih berada di Semarang. Oleh karena itu, apalabila pelabuhan Rembang jadi, dipastikan memberikan dampak positif bagi Blora. Akan banyak investor masuk untuk mengembangkan usahanya.

“Karena aksesnya sudah dekat dengan pelabuhan di Rembang,” pungkas Bupati Blora Arief Rohman.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *