Berharap Mobilisasi Logistik Pengeboran Minyak Kedung Keris Barat Lewat Jalan Desa Sukoharjo

Migas kedung keris.
Lapangan minyak Kedung Keris, Blok Cepu di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Lapangan ini rencananya akan dikembangkan ke Kedung Keris Barat (West) melalui pengeboran miring sejauh 3 Km.

SuaraBanyuurip.com – Sumur minyak Kedung Keris Barat (West), Blok Cepu, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan dikemangkan melalui directional drilling atau pengeboran miring sejauh 3 kilometer (Km). Pemerintah desa setempat berharap mobilisasi peralatan pengeboran menggunakan akses jalan Desa Sukoharjo, karena lebih dekat dibanding melewati Desa Leran, Kecamatan Kalitidu.

Kepala Desa Sukoharjo, Sulistiyawan mengatakan, telah menyampaikan kepada operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), agar mobilisasi logistik pengeboran sumur minyak Kedung Keris Barat melalui jalan di desanya.

“Sudah saya sampaikan secara lisan kepada orang EMCL,” kata Sulis, panggilan akrabnya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (18/7/2026).

Dia menjelaskan, ada beberapa alasan yang disampaikan agar mobilisasi logistik pengeboran sumur minyak Kedung Keris Barat melewati jalan di Desa Sukoharjo. Diantaranya, jarak dari jalan raya Bojonegoro – Padangan menuju lokasi sumur lebih dekat dibandingkan melewati Desa Leran.

“Kalau lewat sini jaraknya hanya sekitar 800 meter. Tapi kalau lewat Leran bisa mencapai sekitar dua sampai tiga kilometer,” tuturnya.

Baca Juga :   Pengembangan Migas Kedung Keris Barat Sudah Dibahas dengan BKS Blok Cepu

Selain itu, lanjut Sulis, perlintasan rel kereta api di Desa Sukoharjo menuju lokasi sumur minyak Kedung Keris jauh lebih landai. Tidak menanjak seperti di Desa Leran, sehingga lebih aman saat mobilisasi logistik pengeboran berlangsung.

“Kalau aksesnya dari sini melewati sedikit permukiman,” ucap kepala desa dua periode itu.

Sulis mengungkapkan, akses jalan di Desa Sukoharjo sebelumnya juga dipakai untuk mobilisasi proyek pembangunan tapak sumur dan pengeboran minyak Kedung Keris pada media 2018. Sumur tersebut sekarang ini telah produksi sejak 2019 lalu.

“Akses jalannya sudah ada, tinggal disewa saja. Pemilik lahan sepanjang jalan bersedia jika itu disewa lagi,” jelasnya.

Menurut Sulis, jika akses jalan menuju sumur Kedung Keris dialihkan akan lebih memaksimalkan keterlibatan warga Sukoharjo di proyek pengembangan sumur minyak Kedung Keris Barat.

“Harapan pemdes dan warga seperti itu. Akses jalan yang sudah ada difungsikan lagi seperti dulu,” pungkasnya.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto sebelumnya menyampaikan, proyek sumur minyak Kedung Keris Barat direncanakan membutuhkan lahan hanya seluas 6.000 meter persegi.

Baca Juga :   Hingga Jabatan Bupati Bojonegoro Habis, Sukoharjo Belum Ditetapkan Desa Penghasil Migas

“Kebutuhan lahannya hanya sekitar 0,6 hektar,” ujarnya usai mengikuti rapat koordinasi bersama Kantor Staf Kepresidenan, Kementerian ATR/BPN, Kementerian ESDM, dan tiga kepala daerah untuk mempercepat kegiatan eksplorasi dan pengembangan migas nasional di salah satu hotel di Bojonegoro, Selasa (7/7/2026).

Djoko menambahkan, sumur Kedung Keris Barat memiliki potensi cadangan sekitar 9,9 juta barel minyak (MMBO) dan diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 15.000 barel minyak per hari.

‎”Proyek West Kedung Keris ini merupakan bagian dari pengembangan Blok Cepu yang dioperasikan ExxonMobil Cepu Limited guna mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi minyak nasional,” tegasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait