SuaraBanyuurip.com – Rencana pengembangan lapangan minyak Kedung Keris (KDK), Blok Cepu di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat harga tanah di wilayah setempat melonjak. Dari sebelumnya Rp 125 ribu per meter persegi (m2), sekarang menjadi Rp 500 ribu/m2.
Pengembangan lapangan minyak Kedung Keris akan dilakukan melalui pengeboran miring sejauh 3 kilo merter (Km) ke sumur Kedung Keris Barat (West). Pengembangan ini diperkirakan membutuhkan perluasan lahan di sekitar tapak sumur Kedung Keris yang saat ini sudah produksi. Lahan itu untuk aktifitas pengeboran miring.
“Di sini harganya sekarang 500 ribu per meter,” kata Kepala Desa Sukoharjo, Sulistiyawan kepada suarabanyuurip.com, pekan kedua April 2026.
Harga Rp 500 ribu/m2 tersebut, menurut Sulis, dari appraisal yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, untuk pengganti tanah SDN Sukoharjo tahun 2025 kemarin.
“Kalau dulu yang untuk tapak sumur Kedung Keris harganya 125 ribu per meter. Itu sudah 16 tahun lalu,” ucap kepala desa dua periode itu.
Petani pemilik sawah di Desa Sukoharjo, Syahroni mengatakan, harga tanah sekitar lapangan minyak Kedung Keris bervariarif. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu/M2.
“Belum ada sebulan kemarin ada yang beli tidak jauh dari pagar sumur Kedung Keris itu harganya segitu,” tutur petani asli Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu.
Menurut Roni, harga tanah merangkak naik setelah dibangun akses dari jalan Dusun Kalipangan Desa Leran menuju lapangan minyak Kedung Keris
“Dulu nggak ada yang nglirik. Sekarang aksesnya mudah,” pungkasnya.
Berbeda di Desa Sukoharjo, harga pasaran tanah di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Rp 300 ribu/M2. Desa ini bersebelahan dengan Desa Sukoharjo.
“Kalau di sini Rp 300 ribu,” timpal Kepala Desa Leran, Mutabi’in dikonfirmasi terpisah.
Menurut dia, harga pasaran tanah tersebut mengikuti harga pembebasan lahan untuk pipa minyak Kedung Keris menju pusat fasilitas pemrosesn (central processing fasilitity/CPF) Banyu Urip di wilayah Kecamatan Gayam.
“Harga itu mengacu pembebasan dulu,” tegas Mutabi’in.
Sementara itu, salah satu makelar tanah Dusun Kumpul, Desa Leran, Ngalimun mengungkapkan, harga tanah di sekitar Dusun Kuce dan Lestari sekarang ini antara Rp 80.000 sampai Rp 100.000/M2.
“Harganya bervariasai. Tergantung letaknya. Yang dipinggir jalan pasti harganya lebih tinggi daripada yang masuk ke dalam,” sambungnya.
“Biasanya kalau petani sudah dengar akan ada proyek migas harganya pasti mintanya tinggi,” ucap pria yang mengaku pernah beberapa kali mencarikan tanah untuk pembeli.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan, investasi untuk pengembangan lapangan minyak Kedung Keris sebesar US$ 48 juta.
“Pengembangan akan dilakukan 2027,” kata Bahlil saat mengunjungi lapangan Banyu Urip Blok Cepu.
Selain lapangan minyak Kedung Keris, lanjut Bahlil, ada dua lapangan migas di wilayah kerja pertambangan (WKP) Blok Cepu yang berada di Kabupaten Bojonegoro, juga akan dikembangkan. Yakni lapangan gas Cendana di Desa Cendana, Kecamatan Padangan, dengan investasi mencapai US$ 170,3 juta, dan lapangan gas Alas Tua West di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, sebesar US$ 253,9 juta.
“Untuk total investasi ketiga lapangan itu mencapai US$ 472,2 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun,” pungkas Bahlil.(red)




