SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Petani jagung sekitar ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, tahun ini terancam gagal panen. Musababnya tanaman jagung di lahan pertanian turut Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang baru mulai pembentukan tongkol dan pengisian biji diserang hama tikus.
Petani Desa Gayam, Sarminto mengatakan, bahwa petani sekitar ladang migas Banyu Urip yang tahun ini menanam jagung dapat dipastikan gagal panen. Bukan soal pertumbuhannya yang kurang baik, tapi karena adanya serangan hama tikus.
“Tahun ini petani jagung bisa dipastikan gagal panen akibat serangan hama tikus,” kata Sarminto kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (16/07/2024).
Petani desa ring satu ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu ini menjelaskan, ribuan tikus tersebut menyerang tanaman jagung pada fase pembentukan tongkol dan pengisian biji. Tanaman jagung yang baru mulai berisi itu ludes dimakan tikus.
“Tanaman jagung yang diserang tikus ini rata rata sudah usia dua bulan. Dan tikus mulai menyerang paling menjadi jadi tak bisa dibendung sekitar sebulanan ini,” ujarnya.
Ribuan tikus itu, lanjut Sarminto, tergolong aneh karena serangannya tidak pada siang hari melainkan pada malam hari.
“Kalau siang tidak ada satupun yang menyerang. Tapi kalau sehabis magrib barulah tikus tikus itu datang menyerang jagung hingga pagi menjelang subuh,” ucapnya.
Ditambahkan, petani jagung biasanya normal setiap panen bisa tembus satu ton lebih. Karena kondisi saat ini sudah parah, petani hanya bisa menjual tebon (batang jagung muda) yang masih hijau untuk pakan ternak. Per kilonya hanya di hargai Rp500 oleh pembeli.
“Dari pada tidak panen, ya tebon (tanaman jagung)-nya dijual. Ada yang hanya dapat Rp 500 ribu ada juga yang dapat Rp 700 ribu dari hasil jual tebon,” imbuhnya.
Disinggung terkait kerugian, Sarminto mengaku, kerugian yang diderita petani jelas jutaan rupiah. Akibat adanya serangan hama tikus tersebut.
“Tapi mau bagaimana lagi karena ini faktor alam ya kita terima saja,” tandasnya.
“Hama tikus ini aneh beneran. Biasanya tikus kalau ada orang kan langsung lari. Ini tidak, bahkan ketika makan jagung didekati dan dipegangpun diam saja tidak takut,” sambung Sutikno warga Gayam yang setiap harinya jualan makanan dan minuman di pinggir jalan Gayam-Jelu dekat lokasi tanaman jagung yang diserang hama tikus.(sam)





