Ribuan Pendekar Silat Jaga Wahono – Nurul Daftar Bacabup – Bacawabup di KPU Bojonegoro 

Para pendekar silat berkaos serba hitam membentuk barikade di gedung KPU Bojonegoro.
Para pendekar silat berkaos serba hitam membentuk barikade di gedung KPU Bojonegoro.(arifin Jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Ribuan pendekar silat berperawakan besar dan gagah ikut serta memberikan penjagaan dan pengamanan secara swakarsa di perimeter luar gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (28/08/2024).

Para pesilat itu rata-rata berkaos warna hitam dengan gambar pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah, di bagian depan kaos yang mereka pakai.

“Mereka para relawan dari barisan pesilat, kami ikut menjaga keamanan secara swakarsa dan sukarela untuk mengawal pendaftaran Mas Wahono dan Mbak Nurul ke KPU,” kata Koordinator Barisan Pesilat, Sasmito Anggoro kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (28/08/2024).

Para pendekar silat membukakan jalan masuk untuk Wahono - Nurul di tengah kerumunan massa menuju KPUD Bojonegoro.
Para pendekar silat membukakan jalan masuk untuk Wahono – Nurul di tengah kerumunan massa menuju KPUD Bojonegoro.(arifin jauhari)

Para relawan ini terdiri dari tiga kelompok yang berbeda. Masing-masing yaitu Jawara Bojonegoro, Pendekar Malowopati, dan Pendekar 86. Kelompok relawan ini mempelajari pencak silat dari perguruan yang berbeda satu dengan yang lain.

Baca Juga :   DPC Gerindra Bojonegoro Targetkan 10 Kursi di Pemilu 2024

“Semangat Mas Wahono dan Mbak Nurul untuk membuat Bojonegoro Adem ini ikut menyejukkan semangat hubungan para pesilat agar rukun dan harmonis, maka beliau berdua harus kami jaga,” ungkap Sasmito.

Dijelaskan, bahwa pengamanan sukarela itu diberikan di beberapa titik, mulai dari Kedai Harissa, Jetak hingga gedung KPU Bojonegoro. Di tempat pendaftaran ini tingkat kewaspadaan lebih tinggi. Begitu pun perawakan para pendekar di area ini rata-rata tinggi besar dan sangar.

Kelompok pesilat Jawara Bojonegoro ikut serta pengamanan secara sukarela.
Kelompok pesilat Jawara Bojonegoro ikut serta pengamanan secara sukarela.

Adapun jumlah pendekar yang bergabung sekira 3.000 orang. Masing-masing dipimpin oleh komandan yang berwenang melaksanakan pengamanan. Sedangkan tugasnya juga terbagi secara rapi. Ada yang membentuk barikade, ada yang stasioner di beberapa titik. Ada pula yang melakukan pengawalan.

“Alhamdulillah lancar hingga selesai pendaftaran,” ucap Sasmito.

Sementara itu, salah satu anggota pengamanan dari unsur pesilat asal Desa Sumbertlaseh, Sutrisno mengaku ikut bergabung membentuk kelompok mandiri sebab merupakan panggilan hati.

“Saya ikut pengamanan karena terpanggil secara sukarela, bisa bergabung mengamankan Pak Wahono dan Bu Nurul adalah kehormatan dan kebanggaan,” tegas Alien, sapaan karib Sutrisno.(fin)

Baca Juga :   Sidang Lanjutan Gugatan, Ketua DPC Demokrat Bojonegoro Hadirkan Dua Saksi

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *