Guru SMAN 4 Bojonegoro Terapkan Metode Pembelajaran Matematika dengan Memasak

Siswa siswi SMAN 4 Bojonegoro antusias saat mengikuti metode pembelajaran matematika dengan cara memasak.
Siswa siswi SMAN 4 Bojonegoro antusias saat mengikuti metode pembelajaran matematika dengan cara memasak.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Guru matematika di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bojonegoro, Jawa Timur, menerapkan metode pembelajaran matematika yang menyenangkan, yakni dengan cara memasak. Hal ini selain untuk meningkatkan entrepreneurship juga bisa membuat peserta didik akrab dengan matematika.

Guru Matematika SMAN 4 Bojonegoro, Darum Sugiarto mengatakan, matematika merupakan pelajaran abstrak, karena identik dengan rumus-rumus dan hitungan. Sehingga banyak dari peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika, baik Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat SMA.

“Matematika sangat penting bagi kita dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur, kita tidak bisa lepas dari matematika,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (7/11/2024).

Oleh karena itu, banyak ilmuwan dan praktisi matematika yang mengembangkan berbagai model dan metode pembelajaran matematika agar dapat disampaikan dan diterima dengan baik oleh peserta didik dengan mudah. Salah satunya dengan mengimplementasikan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus kontekstual.

Darum sapaannya akrabnya mengungkapkan, matematika menjadi satu mata pelajaran menegangkan dan menakutkan bagi siswa, sehingga harus dirubah menjadi pelajaran menyenangkan. Salah satunya dengan memasak berbagai bahan baku seperti pisang, tahu, kentang dan lain-lain menjadi produk makanan yang bervariatif.

Baca Juga :   PEPC Kembali Bantu Papan Informasi Wilayah Proyek JTB

“Kegiatan memasak ini juga dekat dengan matematika seperti takaran bumbu hingga resep masakannya harus diperhitungkan,” katanya.

Dia menambahkan, melalui kegiatan pembelajaran memasak ini, sikap gotong royong, kreatifitas, kerja sama, dan entrepreneurship peserta didik juga akan meningkat. Termasuk membuat peserta didik memahami penerapan komposisi fungsi dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan diharapkan siswa dapat mengembangkan sikap entreprenuership untuk menciptakan peluang usaha yang baik di masa yang akan datang,” imbuhnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait