SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah mengecek kesiapan lokasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur (Jatim) di Jalan HOS. Cokroaminoto 9 Bojonegoro, Senin (24/02/2025).
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) itu hadir bersama rombongan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan para pemangku kepentingan terkait. Didampingi oleh istri Bupati Setyo Wahono, Prof. Dr. Sri Budi Cantika Yuli, SE., MM., atau akrab disapa Cantika Wahono.
Begitu tiba, Kepala SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur, Sumarmin dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jatim, Hidayat Rahman menjelaskan segala hal berkenaan persiapan gedung kepada rombongan Nurul Azizah, sambil menyusuri setiap koridor di lokasi.
“Kami melakukan cek kesiapan untuk tahun ajaran 2025 yang insyaallah nanti dimulai prosesnya pada Bulan Maret, kemudian Bulan April untuk penerimaan siswa baru (SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jatim),” kata Nurul Azizah dalam wawancara cegat kepada Suarabanyuurip.com.
Pengecekan itu guna memastikan pelaksanaan rencana terdiri plan A dan plan B. Diantaranya tentang kesiapan gedung asrama putra dan asrama putri, termasuk pada kelas pembelajaran. Ini sebab sekolah taruna terkait erat dengan kedisiplinan.
“Maka nanti pelaksanaanya juga merujuk pada sinergi dengan TNI AD, IPDN, alumni yang ada di Bojonegoro dan Cabdindik Provinsi Jatim,” ujarnya.
Sedangkan untuk kondisi saat ini, perempuan asli Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander itu menyebut satuan pendidikan dimaksud sedang dalam proses penyusunan kurikulum.

Disinggung ihwal adanya keterkaitan antara lulusan SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur dengan matra kemiliteran dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), mengingat ia merupakan alumnus IPDN. Wabup Nurul Azizah mengaku bangga, karena Bojonegoro menjadi tempat berdirinya sekolah matra pamong praja yang ada di Indonesia.
“Harapannya ini menjadi (salah satu, red.) kebanggaan masyarakat Bojonegoro,” tandasnya.
“Kami ikut bangga, karena di Bojonegoro berdiri Sekolah SMAN 2 Taruna Pamong Praja, karena satu-satunya sekolah menengah matra pamong praja di Indonesia,” sambung Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono.
Kepda Cabdindik Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban, Hidayat Rahman menyatakan, bahwa telah terjadi perubahan nomenklatur dari SMAN 2 Bojonegoro menjadi SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur.
Penerimaan untuk peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah taruna ini telah dibahas pada 7 November 2024 lalu. Rencana awal untuk PPDB pertama akan membuka 200 pagu.
“Nantinya setiap kelas berisi 25 siswa,” beber Hidayat Rahman.(fin)




