SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Besaran alokasi dana desa (ADD) dua desa ring satu ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, menurun tinggal Rp 2 miliar pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 yang menerima Rp 3 miliar. Ke dua desa itu adalah Desa Mojodelik dan Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kendati, besaran ADD Desa Gayam dan Mojodelik itu masih menjadi desa penerima ADD terbesar di Kabupaten Bojonegoro karena merupakan desa penghasil migas Blok Cepu.
Kabid Perimbangan dan PAD lainnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Achmad Suryadi mengatakan, besaran ADD Desa Mojodelik dan Gayam berbeda dengan desa lain, karena dua desa itu merupakan penghasil migas.
“Sehingga selain ADD bersumber dari dana alokasi umum (DAU) juga dari dana bagi hasil (DBH) salah satunya migas,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (20/12/2024) kemarin.
Dijelaskan, bahwa ADD yang diberikan kepada desa penghasil migas naik turun. Karena tergantung harga minyak mentah dunia dan kebijakan fiskal keuangan negara. Selain itu, mempertimbangkan kondisi desa tersebut. Salah satunya jumlah penduduk dan naik turunnya angka kemiskinan.
Karena itu, uang yang digelontorkan ke desa penghasil migas melalui ADD pada 2025 turun. Misalnya Gayam, tahun ini menerima ADD Rp 3,11 miliar namun pada 2025 turun menjadi Rp 2,94 miliar. Sementara Mojodelik tahun ini menerima ADD Rp 3,04 miliar menjadi Rp 2,86 miliar turun pada tahun 2025.
Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu mengaku, tidak masalah meski ADD pada 2025 mendatang turun. Sebab hal tersebut tidak berpengaruh terhadap sistem pemerintahan desa.
“Namun, ada plot bangunan yang harusnya tersentuh belum bisa terwujud,” katanya.(jk)





