Alokasi Dana Desa di Bojonegoro Dipangkas 10 Persen untuk Program Gayatri

Bupati Setyo Wahono
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi pihak terkait sedang meninjau kandang ayam petelur program Gayatri di Halaman Pendapa Balai Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Alokasi dana desa (ADD) di seluruh Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dipangkas 10 persen untuk merealisasikan gerakan beternak ayam petelur mandiri (Gayatri). Program tersebut untuk pemberdayaan ekonomi keluarga prasejahtera agar bisa mandiri.

Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) program Gayatri akan mendapatkan bantuan sebesar sekitar Rp 16 juta yang diwujudkan berupa paket lengkap, terdiri dari 54 ekor pullet (ayam petelur siap produksi), Kandang yang memadai, stok pakan untuk dua bulan pertama, vaksin, vitamin, dan obat-obatan untuk menjaga kesehatan ternak.

Kepala Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Edi Sampurno menyampaikan, Campurejo mendapat pagu ADD sebesar Rp 1,165 miliar pada tahun 2025 ini, dan sudah cair Rp 582 juta untuk pencairan tahap satu.

“Namun untuk realisasi program gayatri bakal menggunakan pencairan ADD tahap dua,” katanya, Sabtu (12/7/2025).

Edi menjelaskan, setiap desa memang diwajibkan menyisihkan 10 persen dari ADD untuk program gayatri sesuai surat edaran Bupati Bojonegoro. Desa Campurejo sendiri berencana mengalokasikan 120 juta untuk enam keluarga penerima manfaat (KPM).

Baca Juga :   Alas Institute Survei Penerima Manfaat Program Ayam Petelur di 3 Desa Ring 1 Blok Cepu

“Jumlah tersebut masih belum pasti, karena harus melalui musyawarah desa terlebih dahulu. Kemudian secara administratif juga harus diselesaikan,” katanya kepada suarabanyuurip.com.

Senada disampaikan Kepala Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Yuntik Rahayu. Ia mengungkapkan, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 287 juta atau 10 persen dari ADD untuk merealisasikan program gayatri.

“Ada sebanyak 18 KPM yang bakal menerima program ayam petelur tersebut. Total 972 ekor ayam, setiap penerima mendapat 54 ekor,” jelas kepala desa penghasil minyak lapangan Banyu Urip, Blok Cepu itu.

Yuntik berharap program gayatri bisa memberikan tambahan pendapatan dan mengurangi kemiskinan di masyarakat.

“Setelah terealisasi program ini juga diharapkan bisa berlanjut hingga berkembang,” tambahnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *