Mudik Medhayoh Bojonegoro, Wisata Puthuk Kreweng Jadi Pilihan Berlibur Keluarga

Kolam renang Puthuk Kreweng
MEDHAYOH BOJONEGORO : Puluhan pengunjung sedang menikmati wahana kolam renang wisata Puthuk Kreweng di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Objek wisata Puthuk Kreweng di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, menjadi salah satu destinasi wisata yang masih diminati di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Meski baru dibuka hari ini, puluhan pengunjung sudah mulai memadati wisata di sekitar ladang Minyak Banyu Urip, Blok Cepu dan lapangan Gas JTB untuk berlibur lebaran tahun ini.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puthuk Kreweng Desa Mojodelik, M. Alifka Rizky mengatakan, lebaran hari ketiga wisata Puthuk Kreweng baru dibuka. Sehingga pengunjung masih belum seramai saat liburan lebaran tahun 2024 lalu.

“Biasanya sekitar 120 pengunjung pada akhir pekan untuk setiap harinya. Namun saat ini masih belum begitu banyak, tadi saat dibuka baru 80 pengunjung yang datang ke Puthuk Kreweng. Dan rata-rata pengunjung dari warga lokal,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (2/4/2025).

Alifka menjelaskan, jumlah pengunjung lebaran tahun ini termasuk masih banyak, dibandingkan pada liburan Natal dan tahun baru 2025 hanya 20 sampai 40 pengunjung per hari. Wisata Puthuk Kreweng sendiri terus berbenah untuk memperbaiki sejumlah fasilitas agar pengunjung nyaman saat medhayoh di wisata ini.

Baca Juga :   Deretan Wisata Bojonegoro yang Ramai Dikunjungi Malam Hari, Pilihan Tepat untuk Rayakan Malam Tahun Baru

“Misalnya beberapa waktu kemarin wahana kolam renang dan fasilitas lainnya juga kami perbaiki agar nyaman saat digunakan pengunjung,” ujarnya.

Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Yuntik Rahayu menyampaikan, berbagai macam fasilitas dan berbagai macam wahana seperti Flying Fox, kolam renang, ATV, dan berbagai macam spot foto dengan latar belakang pemandangan di atas dataran tinggi tersedia di Puthuk Kreweng.

“Namun pengunjung rata-rata lebih menyukai wahana kolam renang. Karena biasanya pengunjung membawa anak-anaknya untuk bermain air,” jelasnya.

Kades ring 1 lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) dan desa penghasil minyak Banyu Urip, Blok Cepu ini beranggapan, dengan adanya program Mudik Medhayoh Bojonegoro bisa memperkenalkan destinasi wisata lokal agar lebih eksis di luar daerah. Sehingga apabila pengunjung wisata meningkat, bisa menggerakkan ekonomi lokal.

“Karena wisata bergantung pada pengunjung, terutama para usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berada di wisata tersebut,” tambahnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait