SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Andik Sudjarwo menyampaikan kondisi BUMD PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) mencari tender proyek hingga ke luar daerah adalah sebuah ironi. Sebab banyak peluang pekerjaan selain industri migas yang bisa ditangkap, salah satunya infrastruktur.
“Sangat ironis PT BBS mencari proyek di luar daerah, padahal pekerjaan di Bojonegoro cukup banyak yang bisa dihandle,” katanya.
Andik mempertanyakan mengapa PT BBS tidak bisa mengikuti tender proyek di Bojonegoro. Jika alasannya lelang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro saat ini sudah mempunyai terobosan e-katalog kontruksi.
“Bisnis inti PT BBS bisa di sektor konstruksi dan itu bisa dari Bojonegoro, tidak mengambil dari daerah lain. Terkadang kita ironis pekerjaan banyak tapi BBS mencari di luar. Ini perlu dievaluasi,” katanya, Selasa (17/6/2025).
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur sebelumnya menyayangkan BUMD PT BBS mencari tender proyek hingga ke luar daerah. Padahal di Bojonegoro banyak peluang pekerjaan di industri migas yang bisa ditangkap.
“PT BBS butuh perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, agar tetap aktif menambah pendapatan asli daerah,” kata Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi.
Perhatian tersebut dibutuhkan karena PT BBS sebagai BUMD harus mencari pekerjaan di luar Kabupaten Bojonegoro, yakni di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sehingga, kata Sally, PT BBS membutuhkan upaya penyelamatan agar tetap eksis di industri migas Bojonegoro
“Kami sangat menyayangkan hal tersebut. Pemerintah perlu memberikan perhatikan khusus agar dividen yang diberikan BBS kepada Bojonegoro bisa dicapai,” katanya.
Sebagai informasi, bisnis inti BUMD PT BBS dalam pengelolaan sumur minyak tua di lapangan Wonocolo telah berhenti sementara. Perpanjangan izin tahun 2025 dari Kementerian ESDM sampai saat ini belum turun.(jk)





