SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tahun 2025 ini memperoleh jatah jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga bagi 5.400 sambungan rumahtangga (SR). Sedangkan Kabupaten Bojonegoro, sebagai penghasil gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), tahun ini belum mengusulkan kembali kuota jargas untuk menghindari kelangkaan gas LPG 3 Kg.
“Sejumlah daerah memang mendapat jatah untuk mengusulkan kuota jargas. Termasuk Lamongan kemarin, melalui pemerintah daerah kembali mengusulkan,” kata Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief.
Dia menjelaskan, Direktorat Jendral (Ditjen) Migas telau memberikan tambahan jatah jargas sebanyak 5.400 ribu kepala keluarga. Konstruksi jargas akan dikerjakan pada Oktober 2025.
Menurut Faishal, untuk mendapat jatah jargas, harus ada inisiatif dari pemerintah untuk mengusulkan ke Dirjen Migas. Apabila telah mengusulkan, tentu akan langsung diberikan kuota dengan ketentuan dan syaratnya.
Kabupaten Bojonegoro, lanjut dia, bisa kembali mendapat kuota jargas apabila dari pemerintah daerah mendukung dan berinisiatif mengusulkan. Meskipun sebelumnya telah mendapat total 10.000 sambungan rumah tangga (SR) tersebar di Kecamatan Bojonegoro, Gayam, dan Ngasem.
“Jika memang nanti mengusulkan, Kecamatan Bojonegoro lebih potensial karena padat penduduk. Apalagi sudah ada jaringannya,” ujarnya, Rabu (18/6/2025).
Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri mengatakan, jargas bisa menjadi solusi efektif untuk mengatasi kelangkaan LPG 3 kg. Sebab sebagian wilayah Bojonegoro masih terjadi kelangkaan LPG 3 kg.
“Sehingga kami mendorong pemerintah daerah kembali mengusulkan tambahan kuota. Karena ini bisa menjadi solusi dari permasalahan kelangkaan gas melon, di masyarakat,” tandasnya.(jk)






