SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Paguyuban Langen Tayub Bojonegoro wilayah barat menggelar tasyakuran dengan nanggap (pertunjukan-red) Tayub di Dusun Tawing, Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (08/07/2025).
Hiburan langen tayub ini diselenggarakan dalam rangka tasyakuran atas suksesnya atau kemenangan pasangan Setyo Wahono dan Nurul Azizah (Wanur) dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) pada tahun 2024 lalu.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan para penggemar langen tayub dari berbagai wilayah kecamatan di Bojonegoro. Diantaranya dari wilayah Ngasem, Tambakrejo, Purwosari, Ngambon, Gayam, Kalitidu, Malo, Kasiman, Kedewan dan lainnya sebagai bentuk reuni antar penayub Bojonegoro.
Ketua panitia penyelenggara, Marji, melalui anggotanya Parmani mengatakan, bahwa kegiatan syukuran dan reuni akbar dengan nanggap tayub ini terlaksana selain didukung oleh ratusan pelangen tayub wilayah barat juga mendapat support dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sebagai bentuk uri-uri budaya jawa.
“Terima kasih atas dukungannya dari para pelangen tayub wilayah barat, dan supportnya dari Mas Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Sehingga kegiatan syukuran dan reuni antar tim dan pelangen tayub ini dapat terselenggara dengan baik,” kata Parmani kepada Suarabanyuurip.com di sela-sela kegiatan.
“Mas Bupati Wohono menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir dalam acara ini karena ada hal penting yang tidak bisa ditinggalkan,” lanjutnya.

Pelangen tayub asal Kecamatan Gayam ini menambahkan, bahwa kegiatan syukuran ini dilakukan dalam rangka atas kemenangan pasangan Wanur pada pillada lalu. Dan kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan pada hari ini saja. Ke depan juga akan terus dilaksanakan dengan tempat yang berbeda.
“Rencananya kegiatan seperti ini akan terus dilakukan. Untuk tempatnya bisa di wilayah Malo, Ngasem ataupun Kasiman, tinggal kesepakatannya nanti. Intinya untuk lokasi giliran. Sebagai bentuk uri-uri budaya jawa agar tetap lestari, tidak punah ditelan perkembangan zaman yang semakin modern,” tandasnya.
Di tempat yang sama, penasihat Paguyuban Langen Tayub, Himawan Priyatno, mengucapkan terimakasih kepada para anggota paguyuban langen tayub wilayah Bojonegoro barat yang telah kompak mendukung hingga kegiatan dapat diselenggarakan dengan lancar.
“Terima kasih atas dukungannya dari saudara-saudaraku pelangen tayub dan pihak terkait. Sehingga kegiatan syukuran dan reuni ini dapat terselenggara, meski direncanakan secara mendadak. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terselenggara lagi,” sambung Mbah Nono, sapaan akrabnya.
Kegiatan tasyukuran dan reuni ini ditandai dengan pemberian ambeng (hidangan nasi khas Jawa) oleh panitia penyelenggara kepada penabuh dan waranggana serta tamu undangan yang hadir untuk dimakan bersama-sama.(sam)





