DPRD Bojonegoro Nilai Rumah Sakit Khusus Kanker Dibutuhkan Masyarakat

Sukur Priyanto.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pembangunan Rumah Sakit khusus kanker atau Onkologi yang menempati bekas gedung perkantoran The Residence di Jalan Nasional Bojonegoro–Cepu turut Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, mandek. DPRD Bojonegoro menyebut RS khusus kanker dibutuhkan untuk membantu masyarakat Bojonegoro.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto menyampaikan, pembangunan RS Onkologi di Bojonegoro seharusnya tahun 2025 ini kembali dilanjutkan.

“Pemerintah Kabupaten Bojonegoro harus segera memberikan penjelasan terkait berhentinya pembangunan RS tersebut,” kata Sukur kepada suarabanyuurip.com, Senin (14/7/2025).

Menurutnya, rumah sakit khusus kanker sangat dibutuhkan masyarakat Bojonegoro untuk berobat. Masyarakat selama ini harus pergi ke Surabaya untuk kemoterapi kanker, dan pasti mengeluarkan biaya untuk transportasi.

“Termasuk biaya penebusan obat dan lainnya. Artinya ini harus dipikirkan kembali oleh eksekutif mengenai pembangunan rumah sakit Onkologi,” tutur politisi Partai Demokrat Bojonegoro ini.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Sumiati sebelumnya menyampaikan, tahun 2025 tidak menganggarkan pembangunan rumah sakit khusus kanker.

“Masih ada sejumlah ruangan harus dibenahi. Proses pembangunan belum selesai,” ujarnya.

Baca Juga :   APBD Bojonegoro 2024 Rp 8,7 Triliun Baru Terserap 12 Persen

Berdasarkan laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, pembangunan Rumah Sakit Onkologi pada tahap pertama tahun sebelumnya, menelan anggaran Rp 240 juta dari nilai kontrak Rp 239 juta dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023.

Kemudian, proyek pembangunan rumah sakit khusus kanker tahap dua dianggarkan lagi di APBD 2024 dengan pagu Rp 19 miliar, dan dimenangkan dengan nilai kontrak mencapai Rp 18,8 miliar.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait