KKN-TK Kelompok 19 Unigoro Dorong Pengembangan Wisata Geopark Undak Bengawan Solo

KKN-TK Unigoro 2025.
Mahasiswa KKN-TK Unigoro menggelar sosialisasi bertema "Ngulik Solo Valley: Dari Sungai Legenda Sampai Potensi Masa Kini" dengan menghadirkan narasumber dari Disbudpar Bojonegoro di Balai Desa Prangi, Kecamatan Padangan.(ist)

SuaraBanyuurip.com – Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 19 Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan sosialisasi Geopark Undak Bengawan Solo di balai Desa Prangi, Kecamatan Padangan. Sosialisasi mengusung tema: “Ngulik Solo Valley: Dari Sungai Legenda Sampai Potensi Masa Kini.”

Sosialisasi Geopark Undak Bengawan Solo ini merupakan bagian dari tahap awal pelaksanaan program kerja utama KKN-TK Kelompok 19 Unigoro. Tujuannya memberikan tambahan wawasan baru bagi masyarakat Desa Prangi dan mahasiswa KKN-TK Kelompok 19 terkait pentingnya pelestarian warisan geologi serta potensi pengembangan menjadi kawasan wisata edukatif.

Sosialisasi Geopark Undak Bengawan Solo menghadirkan narasumber Amran Mansydea Saing, S.Par dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Kabupaten Bojonegoro. Dihadiri Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa, perwakilan Karang Taruna, dan mahasiswa KKN-TK Kelompok 19.

Dalam paparannya, Amran Mansydea Saing menjelaskan Geopark Undak Bengawan Solo merupakan kawasan dengan nilai geologi tinggi. Terbentuk melalui proses panjang sejarah alam dan perubahan bentang lahan sungai purba Bengawan Solo.

“Undak” sendiri berarti teras atau jenjang—struktur alami yang terbentuk akibat proses sedimentasi dan perubahan aliran sungai dari zaman prasejarah. Fenomena undak ini menyimpan rekam jejak geologi penting, termasuk keberadaan lapisan-lapisan tanah yang membawa fosil-fosil purba serta bukti perubahan iklim dan lingkungan dari masa ke masa.

Baca Juga :   Berharap Jipang Jadi Destinasi Wisata Budaya

“Kawasan Undak Bengawan Solo tidak hanya memiliki potensi ilmiah, tetapi juga berpeluang besar dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi dan konservasi, karena menggabungkan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya lokal, serta cerita sejarah dari peradaban yang tumbuh di sekitar aliran sungai legendaris ini,” tutur Amran.

Menurut dia, terdapat tiga faktor terbentuknya Undak Bengawan Solo, yaitu proses sedimentasi di Bengawan Solo, perubahan aliran sungai, dan percepatan sedimentasi yang membawa fosil-fosil dari arah aliran Bengawan Solo.

“Pengembangan pariwisata, khususnya Geopark Bojonegoro, harus memperhatikan 3A, yaitu Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas,” jelas Amran.

Ketua Kelompok 19 Unigoro, Moch Fachrul Ibad menambahkan, mahasiswa KKN-TK juga menyampaikan rencana implementasi beberapa program kerja utama. Antara lain berkolaborasi dengan Disbupar Bojonegoro untuk memberikan pelatihan pengelolaan dan pemasaran pariwisata melalui digital branding untuk destinasi wisata lokal berkelanjutan.

Disbupar Bojonegoro, lanjut Fachrul, akan berperan sebagai mitra dalam memberikan pemahaman serta pendampingan terkait pengelolaan destinasi wisata geopark, pelestarian nilai-nilai lokal, serta pengoptimalan potensi wisata berbasis budaya dan alam. Yakni Geopark Undak Bengawan Solo, dan Wisata Air di Waduk Tirto Agung.

Baca Juga :   KKN Kelompok 03 Unigoro Usung Program Pengembangan Agrowisata Jambu Kristal di Desa Bandungrejo

Fachrul berharap kehadiran mahasiswa KKN-TK Kelompok 19 Unigoro bisa menjadi agen pendorong perubahan dalam mengembangkan potensi lokal berbasis inovasi dan teknologi.

“Melalui kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya, kami berharap program kerja ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya yang berfokus pada pengembangan pariwisata Geopark Undak Bengawan Solo,” pungkasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait